Daerah Sulawesi Tenggara 

Pemkab Wakatobi Didaulat Sebagai Pelopor Pendidikan Inkulisif

[ilustrasi: int]
[ilustrasi: int]
Wakatobi – Pemkab Wakatobi didaulat sebagai pelopor pendidikan inkulisif di Sultra. Hal itu ditandai dengan terpilih-nya Wakatobi sebagai daerah pemilik pusat segitiga karang dunia yang pertama mencanangkan pendidikan Inklusif di wilayah luar Jawa. Itu diberikan oleh Direktorat Jendral Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan Layanan Khusus Kementerian Pendidikan Pemuda dan Olahraga

Direktur Pendidikan Layanan Khusus Kementerian Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Dr. Mudjito, AK.,M.Si., menjelaskan pendidikan inklusif berhubungan dengan kasih sayang sehingga tidak boleh ada satu orang pun yang tertinggal dalam mendapat layanan pendidikan.

“Dengan dukungan pemerintah daerah diharapkan dapat mewujdukan layanan pendidikan tanpa diskriminasi terhadap semua kalangan, ungkapnya.

Ia juga mengaku, apa yang ditunjukkan Pemkab Wakatobi saat ini sudah pada jalur yang benar dengan memberikan dukungan pengembangan adat istiadat dan kebudayaan di Wakatobi.

“Tentu akan menjadi penggerak dan pemersatu masyarakat,” tuturnya.

Menurut Mudjito, terpilihnya Wakatobi sebagai daerah pertama yang mencanangkan hal tersebut karena dinilai telah mampu mewujudkan pendidikan inklusif di daerah.

“Diharapkan hal tersebut akan diikuti oleh kabupaten/kota lainnya di Sulawesi, khususnya Sultra,” harapnya.

Dikutip kendarinews.com, senin (11/11), Bupati Wakatobi Ir Hugua menjelaskan terpilih-nya Wakatobi tidak terlepas dari pertimbangan pemerintah pusat yang melihat kesungguhan Wakatobi dalam membangun keragaman budaya dan suku.

Pendidikan inklusif, menurut Hugua, merupakan otonomisasi daerah dalam bidang pendidikan yang merupakan realisasi dari makna bhineka tunggal ika.

“Jadi inti dari pendidikan inklusif ini yakni setiap orang mempunyai hak yang sama terhadap pendidikan tanpa ada diskriminasi,” tuturnya. [as]

 

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon