Daerah Lingkungan Nusa Tenggara Timur 

31 Ribu Warga Kota Kupang Terancam Kekurangan Air Bersih

[ilustrasi: int]
[ilustrasi: int]
Kupang- Sekitar 31 ribu warga Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) terancam krisis air bersih. Pasalnya, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) sumber mata air di daerah itu mulai mengalami kekurangan air untuk bisa disalurkan.

Kepala PDAM Kota Kupang, Johanes Otemosoe mengungkapkan jika sumber mata air yang mengalami penurunan debit air sebanyak 40 persen. Hal itu terjadi di hampir seluruh wilayah Kota Kupang, dan wilayah Kabupaten Kupang.

“Sumber mata air mulai mengalami penyusutan debit air,” ujarnya sebagaimana dilansir, nttterkini.com, senin, 911/11).

Hal itu tentu berdampak pada pasokan air ke ribuan pelanggan di Kota Kupang terhambat. PDAM kemudian menyiasatinya dengan pembukaan air hanya pada malam hari saja.

“Biasanya 12 jam sehari, kini dikurangi menjadi 6 jam per hari,” tambahnya.

Menurut dia, PDAM juga bekerjasama dengan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Saluran Pendistribusian Air Minum (SPAM).

“Kami beli air air curah dari BLUD tersebut dengan harga Rp 2000 per kubik,” tuturnya.

Hal itu juga dirasakan oleh warga Kota Kupang, Frans salah satunya, ia mengatakan jika ia dan warga yang lainnya sudah mulai kesulitan mendapatkan air bersih.

“Karena pasokan dari PDAM dikurangi, maka kami harus membeli air tangki untuk memenuhi kebutuhan air bersih,” ujarnya. [as]

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon