Nusa Tenggara Timur Politik 

Bawaslu NTT; Pemberian Parsel Saat Natal Juga Termasuk Money Politik

[ilustrasi: int]
[ilustrasi: int]
Jelang natal, badan pengawas pemilu (Bawaslu), Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya kampanye terselubung yang dilakukan calon anggota legislatif (Caleg). Hal itu sangat mungkin terjadi, apalagi sudah menjadi ciri khas pendekatan mereka saat menjelang perayaan Natal 2013 dan Tahun Baru 2014.

Ketua bawaslu NTT, Nelce Ringu kepada wartawan di Kupang, Rabu, 18 Desember 2013 mengatakan “Para caleg biasanya memanfaatkan momen Natal untuk melakukan kampanye di tempat-tempat ibadah,” ujarnya.

Menurut dia, momen natal biasanya dijadikan aksi dari para caleg untuk mengumpulkan massa dengan alasan acara keagamaan. Padahal intinya adalah mensosialisasikan diri dengan cara membagi-bagikan parsel kepada warga yang datang.

“Pemberian parsel saat Natal juga dilarang, karena masuk kategori money politik,” terangnya.

Lebih lanjut, untuk mengantisipasi itu, ia akan mengerahkan anggota pengawas mulai tingkat paling bawah yakni panitia pengawas pemilu kecamatan, kabupaten dan kota untuk mengawasi kemungkinan terjadinya kampanye terselebung tersebut.

“Kami akan kerahkan jajaran kami dibawah untuk awasi kampanye terselubung itu,” tambahnya.

Disamping parsel, Bawaslu juga akan menertibkan baliho caleg yang masih terpasang di pohon dan jalan-jalan utama.

“Surat keputusan dari Wali Kota terlambat, sehingga akan baru akan tertibkan,” tandasnya. (as)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon