Ekonomi & Bisnis Nusa Tenggara Timur 

Nelayan Tak Melaut, Harga Ikan di Kupang Melambung

[foto: int]
[foto: int]
Kupang – Sejumlah nelayan di kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) memilih diam dirumah daripada pergi melaut. Hal itu disebabkan cuaca buruk yang melanda wilayah NTT sepekan terakhir ini. Akibatnya harga ikan pun melambung tinggi dari harga biasanya.

Kenaikan harga ikan antara 60-100 persen. Seperti yang terjadi di Pasar ikan Oeba, Kelurahan Fatubesi, Kota Kupang, harga ikan kombong yang biasanya di jual dengan Rp 20 ribu per 10 ekor, naik menjadi Rp 50 ribu. Begitu halnya dengan ikan lainnya seperti ikan tongkol dan cakalang dari yang naik menjadi Rp 75 ribu per ekor.

Salah seorang pedagang ikan, Arnol mengatakan, cuaca buruk yang mempengaruhi hasil tangkapan nelayan, sehingga pedagang kesulitan mendapatkan ikan segar.

“Kami sulit dapatkan ikan segar, karena banyak nelayan yang tidak melaut,” ujarnya seperti dikutip nttterkini.com, sabtu, 17/01.

Menurut Dia, Ikan yang dijual di pasaran, kebanyakan adalah ikan hasil tangkapan sebelumnya yang masih tersimpan di lemari es.

“Rata-rata ikan yang dijual, sisa dari tangkapan sebelumnya,” terangnya.

Diprediksi, harga ikan akan kembali normal jika cuaca mulai membaik dan nelayan sudah kembali melaut.

Badan Meterologi Klas IIA Kupang telah mengeluarkan himbauan agar nelayan tidak selama cuaca memburuk sepekan kedepan.

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon