Hot Hukum Papua 

91 Orang Terluka Akibat Perang Suku di Timika

[foto: int]
[foto: int]
Jayapura – Hingga hari ini, Perang suku antara masyarakat kelompok Suku Dani dengan Suku Moni masih berlanjut di Kampung Jayanti Mimika Gunung, Distrik Kuala Kencana, Papua.

Akibat kejadian tersebut, 1 orang meninggal dunia atas nama Abeneben Wenda. Ia berasal dari Suku Dani yang terkena luka panah ada bagian dada, wajah serta muka. Sementara untuk korban luka-luka tercatat sebanyak 91 orang dari kedua kelompok tersebut.

Juru Bicara Polda Papua. Kombes (Pol) Sulistyo Pudjo Hartono, S.Ik., membenarkan terjadinya pertikaian antara kedua kelompok warga di Kabupaten Mimika itu.

“Ada pertikaian itu dan dari laporan yang kami terima ada 1 orang meninggal dunia dan luka-luka  sebanyak 91 orang,” katanya, seperti dlansir bintangpapua.com, Kamis (6/3).

Lebih lanjut Ia menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada Selasa (4/3) sore sekitar pukul 17.00 WIT antara kelompok masyarakat Suku Dani dan Suku Moni di Kampung Jayanti Mimika Gunung Distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika. Awalnya, kedua kelompok masyarakat masih melakukan bakar batu di masing – masing tenda, namun setelah prosesi adat patah panah dilakukan, tiba-tiba terjadi kesalahpahaman antara kedua kelompok itu.

Salah seorang masyarakat, Yulius Miagoni berlari mendekati bendera Merah Putih, tepatnya di tengah lokasi pembatas kedua kelompok. Disaat bersamaan masyarakat Suku Dani yang melihat hal itu menganggap bahwa Suku Moni telah berusaha menyerang Kelompok Suku Dani. Kemudian pertikaian antara kedua kelompok tersebut-pun tak terelakan.

Berdasarkan laporan dari Polres Mimika, kata Pudjo, bentrokan kedua kelompok tersebut kembali terjadi, Rabu (5/3)  kemarin dan mengakibatkan sebanyak 85 orang mengalami luka-luka. Seluruh korban di dua kelompok tersebut dibawa ke rumah sakit berbeda untuk mencegah terjadinya bentrokan kembali.

“Sampai sekarang korban luka-luka sudah mencapai 91 dan mereka dirawat di RSUD dan RSMM Mimika,” tukasnya. (as)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon