Daerah Gorontalo 

Naskah Tertukar, 105 Siswa di Gorut Terpaksa Ikut Ujian Susulan

[ilustrasi]
[ilustrasi]
Gorut – Ujian nasional (UN) tingkat SMA/sederajat yang serentak digelar secara nasional, Senin (14/4) kemarin, tidak semua berjalan mulus. Di Gorontalo Utara (Gorut) misalnya, peserta ujian terpaksa harus mengikuti ujian susulan dikarenakan naskah soal ujian tertukar.

Naskah yang tertukar tersebut yakni naskah soa ujian bahasa Indonesia yang tertukar menjadi naskah mata pelajaran matematika. Akibatnya, sebanyak 105 siswa jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) SMA Negeri 1 Kwandang tidak bisa mengikuti UN di hari pertama.

Solusinya, mereka baru bisa diikutkan pada jadwal ujian susulan pada 22 April mendatang sesuai keputusan panitia penyelenggara Provinsi Gorontalo.

Kepala Bidang Dikmen Dinas Dikpora Hartono Rahim mengatakan, peristiwa terktukarnya naskah soal ujian itu murni kesalahan manusia (human error) yakni terjadi pada saat percetakan.

“Pada sampul dalamnya mata pelajaran matematika, sedangkan sampul luarnya bahasa indonesia,” kata Hartono, seperti ditulis di gorontalopost.com, belum lama ini.

Hartono mengungkapkan jika pihaknya tak mau mengambil resiko akibat tertukarnya naskah soal itu. Dia menyerahkan sepenuhnya ke panitia provinsi memutuskannya. Sementara, 105 siswa UN itu akan menjalani UN susulan pada, 22 April mendatang.

“Keputusan ini sudah sesuai arahan panitia Pemprov. Kita menjalankan saja,” terang Hartono.

Sementara itu, Kepala Dinas Dikpora Aryati Polapa mengungkapkan, kebocoran soal Matematika, tidak akan terjadi akibat masalah tersebut. Ia juga bahkan menjamin tidak ada soal ujian yang bocor, sebab pembukaan sampul dilakukan di Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Kwandang.

“Persoalan tertukarnya label sampul naskah soal mata pelajaran Bahasa Indonesia, dengan soal Matematika merupakan kesalahan manusiawi sehingga tidak perlu dipermasalahkan,” kata Aryati. (as)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon