Noken, Identitas Budaya Papua yang Perlu Proteksi Khusus

[foto: int]
n [foto: int]
Yogyakarta – Dalam rangka peringatan hari Noken, Ikatan Pelajar dan Mahasiswa (IPMAPA) Yogyakarta menggelar seminar di Aula Asrama Papua, Sabtu (06/12/2014) sore. Kegiatan tersebut mengambil tema “Melestarikan Budaya Noken Sebagai Identitas Bangsa Papua”.

Salah satu pemateri dalam seminar tersebut, Emanuel Gobai, sarjana bidang Hukum mengungkapkan bahwa sudah saatnya budaya noken mendapatkan proteksi khusus dibawah payung hukum agar tetap lestari.

“Dirasa perlu untuk segera mendorong adanya aturan hukum (Perda/Pergub/Perwal/Perbub, dll) tentang perlindungan Noken dan pengrajin Noken di Seluruh Papua,” kata Gobai seperti dilansir majalahselangkah.com.

Selain itu, Gobai juga menyarankan untuk mendorong adanya pelajaran Noken yang diajarkan disetiap sekolah dari SD hingga SMA sebagai pelajaran muatan lokal wajib di Papua.

“Penting juga atas pemaknaan atas noken sebagai dasar yang menjadi pedoman refleksi untuk berusaha keluar dari multimasalah di Papua,” jelasnya.

Sementara itu, Ice Adii salah satu pemateri juga menjelaskan jika kaum muda terutama mahasiswa memunyai peran penting dalam melestarikan nilai dan fungsi dari noken sebagai identitas bangsa Papua.

“Di era globalisasi ini kaum perempuan Papua, terutama kita mahasiswa ditantang untuk melestarikan noken sebagai identitas orang Papua,” kata dia.

Find this content useful? Share it with your friends!