Putus Sekolah, Puluhan Anak di Gorontalo Terpaksa Jadi Kuli

[foto: int]
[foto: int]
Gorontalo – Puluhan anak putus sekolah di Gorontalo terpaksa menjadi buruh atau kuli angkut barang. Hal itu mereka lakukan akibat tekanan ekonomi untuk membantu orang tua mereka mencari nafkah.

“Saat ini puluhan anak usia sekolah yang bekerja mencari nafkah di sejumlah pasar maupun pusat perbelanjaan,” kata Yakob Asagaf, salah seorang tokoh masyarakat di Kota Gorontalo, seperti dilansir Antara, Senin (04/05/2015).

Mereka, kata Yakob, ada yang mencari nafkah dengan cara menjadi tenaga untuk membawa barang terutama saat orang berbelanja.

“Juga menjual ikan maupun bahan kebutuhan lainnya bahkan ironisnya ada juga yang menjadi kuli barang serta pekerjaan lainnya,” terangnya.

Menurut Yakob, ada berbagai alasan yang dikemukan oleh puluhan anak tersebut sehingga mereka tidak sekolah ataupun putus sekolah. Ada yang mengatakan orang tua tidak mampu, orang tuanya berpisah dan lainnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Sekolah Dasar dan SLTP Dinas Pendidikan Nasional Kota Gorontalo Lukman Kasim membenarkan hal itu. Dia sudah beberapa kali menerima laporan tentang masalah tersebut.

“Pihak Diknas sudah melakukan berbagai program seperti meengimbau orang tua yang akannya sudah putus sekolah untuk aktif kembali,” ujarnya.

Lukman menambahkan bahwa sudah banyak program untuk membantu anak agar mereka tidak putus sekolah ataupun biaya pendidikan gratis, seperti program paket A, B dan C untuk memperoleh ijazah.

“Saya juga akan membicarakan dengan pimpinan untuk melakukan razia,” jelas Lukman. (As)

Find this content useful? Share it with your friends!