Budaya Hot 

Lemahnya Perlindungan Perempuan dan Anak di Indonesia Timur

[foto: int]
[foto: int]
Ambon – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise mengatakan bahwa kualitas hidup dan perlindungan hak perempuan dan anak di kawasan timur Indonesia dinilai masih tertinggal.

“Agenda prioritas Kementerian PP dan PA adalah melindungi anak, pemberdayaan perempuan dan kelompok marjinal,” kata Yohana pada Pembukaan Pertemuan Regional Pemberdayaan Perempuan se-Indonesia Timur, di Ambon seperti dilansir Republika Online, 11/05/15.

Menurut Yohana, pihaknya perlu mendongkrak kesejahteraan rakyat di wilayah Timur secara signifikan.

“Ada ketimpangan yang ekstrim antara data pembangunan manusia dibandingkan dengan pembangunan gender dan pemberdayaan gender di seluruh provinsi wilayah timur,” ucapnya.

Kondisi umum pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di kawasan timur, kata Yohana, terdapat akses dan kontrol terhadap sumberdaya yang tidak seimbang antara laki-laki dan perempuan.

“Tingginya prevalensi kekerasan dalam pengasuhan, kematian ibu melahirkan, kasus HIV/AIDS pada ibu rumah tangga, kasus perdagangan manusia terutama perempuan dan budaya patriakhi masih sangat menonjol,” jelasnya.

Yohana menegaskan bahwa masalah yang kompleks dan multi dimensi tersebut tidak dapat ditangani hanya oleh Unit PP dan PA saja, namun harus adanya kerjasama antar pihak.

“Harus diselesaikan melalui kolaborasi lintas bidang, lintas sektor dan lintas disiplin yang melibatkan instansi pemerintah pusat dan daerah, akademisi, lembaga masyarakat maupun dunia usaha di kawasan Indonesia Timur,” jelasnya. (as)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon