Daerah Maluku Utara 

Gunung Gamalama Erupsi, 1.498 Jiwa Mengungsi

[foto: int]
[foto: int]
Ternate – Pemerintah Kota Ternate telah mengungsikan sebanyak 1.498 jiwa atau 408 kepala keluarga (KK) akibat erupsi Gunung Gamalama di Kota Ternate, Maluku Utara (Malut). Mereka ditampung di Markas TNI-AL Ternate dan gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Ternate.

“Ke-1.498 warga tersebut berasal dari Kelurahan Loto dan Togafo,” kata Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Ternate, Jusuf Sunya di Ternate, seperti dilansir Antara, Senin (20/7).

Menurut Jusuf, para pengungsi tersebut menempati dua titik pengungsian yang disiapkan Pemkot Ternate.

“Sedangkan dua titik pengungsi lainnya, seperti aula SMK Negeri 2 dan aula Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Ternate disiapkan sewaktu-waktu bila terjadi erupsi Gunung Gamalama,” jelasnya.

Pemkot Ternate, kata Jusuf, telah melakukan inventarisasi jumlah korban erupsi Gunung Gamalama lainnya, terutama yang berada di Kelurahan Takome dan Afetaduma.

“Kini sebagian besar warganya masih memilih bertahan di rumahnya masing-masing,” ucapnya.

Jusuf menghimbau kepada warga yang terkena dampak erupsi Gunung Gamalama, terutama anak-anak dan lanjut usia untuk mau diungsikan oleh Pemkot Ternate.

“Ini guna mengantisipasi adanya korban erupsi Gunung Gamalama terkena berbagai penyakit,” tuturnya.

Diketahui, Pemkot Ternate telah menetapkan tanggap darurat erupsi Gunung Gamalama, yang berlaku selama 14 hari, mulai 18 Juli – 1 Agustus. Hal ini dilakukan untuk memaksimalkan penanganan dampak erupsi Gunung Gamalama. (aK)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon