Daerah Hot Sulawesi Utara 

Sulawesi Utara Masuk Daerah ‘Waspada’ Gizi Buruk

[foto: int]
[foto: int]
Manado — Kasus gizi buruk di Indonesia Timur selain terjadi di NTT, Papua dan Gorontalo, juga sudah banyak ditemukan di Sulawesi Utara (Sulut). Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan setempat, hingga Juni 2015, kasus gizi buruk kembali bertambah.

“Hingga Mei, memang kasus hanya 11 anak yang ditemukan dan mendapat penanganan dari Puskesmas setempat. Tapi ternyata ada ketambahan yang belum tercatat,” kata pala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulut dr Grace Punuh MKes melalui Kepala Bidang Bina Kesejahteraan Keluarga dan Gizi dr Debby Kalalo MSc PH seperti dilansir manadopostonline, 28/07.

Sebetulnya, kata dia, anak yang menderita gizi buruk akan menjadi tanggung jawab Puskesmas setempat. Kemudian, penanganan intensif akan dilakukan apabila ada rujukan dari Puskesmas ke rumah sakit.

“Ketika kondisi anak mulai membaik, akan dipulangkan. Nantinya ada petugas gizi Puskesmas yang akan terus memantau kondisi anak,” ucapnya.

Menurut dr Debby, kasus gizi buruk ini disebabkan akibat balita atau si anak mengkonsumsi makanan dengan gizi yang tidak seimbang.

“Juga infeksi dari penyakit tertentu,” sambungnya.

Lebih lanjut, dr Debby mengungkapkan bahwa ada beberapa penyebab lain yang memicu terjadinya gizi buruk seperti kebersihan lingkungan, perilaku hidup, dan ketersediaan air bersih yang kurang diperhatikan.

“Itulah pentingnya ada Posyandu. Dimana, para ibu mulai masa kehamilan hingga melahirkan dapat terus dikontrol, dipantau bahkan petugas akan mengintervensi kadar gizi si ibu dan anak. Warga Sulut harus memperhatikan hal ini,” terangnya.

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon