Gorontalo Lingkungan 

Duh! Hutan Mangrove di Gorontalo Rusak Parah

[ilustrasi:int]
[ilustrasi:int]
Gorontalo – Saat ini, kondisi hutan bakau atau mangrove di Gorontalo dalam keadaan yang sangat memprihatinkan. Hal itu dibenarkan oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie yang mengatakan bahwa banyak hutan mangrove yang sudah dalam kondisi rusak.

Menurut Rusli, saat ini luas hutan bakau di seluruh Provinsi Gorontalo diperkirakan sekitar 5.867, 25 hektare yang tersebar di Kabupaten Gorontalo Utara, Boalemo, dan Pohuwato.

“Kita harus serius menyelamatkan hutan mangrove yang kian hari makin mengalami kerusakan,” ucap Rusli, seperti dilansir Tempo, 29/08

Dari jumlah tersebut, kata Rusli, diperkirakan saat ini sekitar 1.000 hektare sudah mengalami kerusakan, degradasi, dan sudah dijadikan tambak oleh masyarakat sekitar.

“Mereka kurang peduli dengan kondisi hutan mangrove lantaran dengan seenaknya membabat untuk dijadikan tambak ikan bandeng dan udang,” terang Rusli.

Pemerintah dan berbagai komponen masyarakat, lanjut Rusli, harus segera melakukan langkah nyata dalam upaya untuk menyelamatkan hutan bakau tersebut. Hal itu perlu dilakukan agar jangan sampai kondisinya makin parah.

“Hutan bakau sangat bermanfaat bagi masyarakat, karena bisa menahan abrasi pantai, angin kencang, gelombang, serta sebagai tempat perkembangbiakan biota laut,” jelasnya.

Rusli mengaku jika pihak pemerintah telah melakukan sosialisasi tentang manfaat dan fungsi hutan bakau bagi kelangsungan hidup manusia. Selain itu, pihaknya juga telah membuat program penanaman kembali area yang sudah usak akibat kerusakan tersebut.

“Kami juga akan membuat peraturan daerah, baik melalui pemerintah provinsi maupun kabupaten, untuk menindak tegas pelaku perusakan,” tegas Rusli. (aK)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon