Daerah Ekonomi & Bisnis Papua 

Warga Papua Tak Butuh Kereta Api, Benarkah?

[foto: int]
[foto: int]
Jakarta – Konsekwensi sebuah kebijakan memang tidak lepas dari pro dan kontra (setuju dan penolakan). Salah satunya rencana pemerintah membangun jaringan perkeretaapian di Pulau Papua yang ternyata mendapat kritikan.

Ketua Papua Resource Center (PRC) Amiruddin Al-Rahab mengatakan bahwa rakyat Papua saat ini lebih membutuhkan pelayanan publik yang maksimal dari pemerintah ketimbang pembangunan kereta api.

Menurut Amiruddin, pembangunan jaringan perkeretaapian di Papua hanya proyek pembangunan semata tanpa melihat kebutuhan riil yang kini tengah dinanti-nantikan oleh warga Papua.

“Kalau saya bilang ini hanya proyek saja. Tidak menjawab kebutuhan orang asli Papua. Pembangunan kereta mungkin baru selesai lima tahun lagi.,” terangnya.

Amiruddin mengatakan bahwa pelayanan publik yang mendasar seperti listrik belum diperoleh sepenuhnya oleh warga Papua terutama yang berada di wilayah pelosok Papua. Sementara bahan bakar minyak yang ada di Papua harganya berkali lipat dibanding di Pulau Jawa.

“Ketiadaan bahan bakar membuat harga barang di Papua tinggi padahal bahan bakar seperti minyak diproduksi di wilayah Papua,” jelasnya.

Orang Papua, kata dia, adalah orang yang paling tidak beruntung, ditambah lagi mereka harus membayar lebih mahal.

“Dengan pemenuhan pelayanan dasar, dan pembangunan yang bertumpu pada kebutuhan warga, ketimpangan harga tersebut tidak akan terjadi,” ucapnya. (aK)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon