Ekonomi & Bisnis Maluku 

Maluku Lumbung Ikan, Tapi Nelayannya Masih Miskin

[foto: int]
[foto: int]
Ambon – Kondisi geografis Maluku membuatnya percaya diri untuk terus memperjuangkan untuk dinobatkan sebagai lumbung ikan nasional (LIN). Betapa tidak, Maluku memiliki 1.340 pulau dengan luas 712.480 km2, yang terdiri dari 92,4 persen lautan dan 7,6 persen daratan.

Namun demikian, Kasi Staf Kependudukan, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku, Fernando mengatakan jika kondisi tersebut belum sesuai dengan kondisi perekonomian warganya termasuk para nelayan.

“Memang Maluku secara nasional masih berada di posisi ke empat. Tetapi dari tahun ke tahun, kondisi perekonomian masyarakat Maluku belum membaik secara signifikan,” katanya kepada Ambon Ekspres, belum lama ini.

Menurutnya, berdasarkan data yang diperoleh, dari sekitar 1,62 juta penduduk di Maluku tahun 2013 sekitar 19,13 persen adalah rumah tangga petani dan nelayan.

“Jumlah ini ini turut memberikan kontribusi pada angka kemiskinan di Maluku, sehingga Maluku masih menempati urutan ke empat provinsi termiskin di tanah air,” jelasnya.

Dia menerangkan bahwa dari hasil survei terakhir oleh tim survei sosial ekonomi nasional (Susenas), tingkat kemiskinan di Maluku mencapai 19,51 persen.

“Hasil tersebut diukur melalui dua hal yakni garis konsumsi makanan dan garis konsumsi bukan makanan,” ucapnya.

Lebih lanjut, dia menambahkan bahwa dari sebelas kabupaten kota di Maluku empat diantaranya masuk pada katagorikan tingkat kemiskinan terbesar, yakni Maluku Tenggara barat (MTB), Maluku Barat Daya (MBD), Kepulauan Aru dan Maluku Tenggara.

“Kontribusi kemiskinan yang cukup besar bagi Maluku, karena memang daerah di sana jauh dari pemerataan pembangunan dan akses transportasi yang sulit,” tutur nya. (aK)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon