Daerah Ekonomi & Bisnis Maluku 

Kadin: Fokus Pembangunan Maluku Harus Berorentasi pada Lautan

[ilustrasi: int]
[ilustrasi: int]
Jakarta – Provinsi Maluku berpotensi menjadi poros maritim Indonesia karena Maluku merupakan kepulauan terbesar di Indonesia dengan luas wilayah 712.479,65 kilometer. Maluku juga tercatat sebagai daerah paling produktif dalam potensi produk perikanan dimana bisa menghasilkan 1,64 juta ton setiap tahunnya.

“Fokus pembangunan Maluku haruslah berorentasi pada lautan bukan lagi pada daratan.” kata Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perbankan dan Finansial, Rosan Perkasa Roeslani, di Jakarta, seperti dilansir SinarHarapan, (6/11).

Menurut Rosan, potensi kelautan dan perikanan di Maluku sangat bervariasi dan memiliki nilai ekonomis yang bernilai tinggi.

“Koridor Kepulauan Maluku memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah,” tuturnya.

Namun meski demikian, kata dia, di sisi lain terdapat beberapa masalah yang harus menjadi perhatian pemerintah untuk mendorong perekonomian bidang perikanan.

“Diperlukan suatu terobosan dan langkah-langkah solutif dari pemerintah dalam merubah paradigma pembangunan daerah pada orientasi kelautan”, terangnya.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan bahwa potensi perikanan Maluku tersebut berada di Laut Banda, Laut Seram dan Laut Arafura.

“Ketiga lokasi potensial itu selama ini terkenal dengan istilah golden fishing ground,” jelasnya. (as)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon