Daerah Ekonomi & Bisnis Maluku 

Akhirnya PLTP Tulehu Mulai Dibangun

Setelah bertahun-tahun rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Tulehu tidak terdengar, akhirnya Selasa (20/6/2017) rencana tersebut mulai dieksekusi oleh PT PLN. Dimulainya pembangunan PLTP ini ditandai oleh acara Groundbreaking yang diselenggarakan oleh PT PLN.

Pembangunan PLTP yang berlokasi di negeri Suli dan Tulehu, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku ini diharapkan dapat memproduksi listrik sebesar 2 x 10 MW yang akan memperkuat kebutuhan listrik Pulau Ambon. PLTP yang dibangun di atas lahan 1.920 ha ini ditargetkan akan beroperasi secara penuh di tahun 2019.

Direktur Perencanaan Korporat PT PLN Nicke Widyawati dalam sambutannya mengatakan, PLTP Tulehu berpotensi memberi dukungan kuat pada iklim investasi. “Dengan beroperasinya PLTP Tulehu diharapkan dapat meningkatkan 32,28 persen daya mampu sistem Ambon sehingga sistem menjadi lebih andal, selain itu juga dapat menarik investor baru untuk masuk ke Ambon.” katanya.

Menurut dia, dari 162.017 pelanggan PLN area Ambon, sekitar 90 persen merupakan pelanggan rumah tangga. Kebutuhan listrik untuk industri, bisnis dan sosial masih jauh di bawah kebutuhan rumah tangga, sehingga diharapkan dengan peningkatan penyediaan daya ini dapat menggenjot pertumbuhan ekonomi yang juga akan menarik minat inestor.

Sementara itu, Direktur Regional Bisnis PLN wilayah Maluku dan Papua, Haryanto WS mengatakan, proyek ini memaksimalkan penggunaan Pembangkit Energi Baru dan Terbarukan dan merupakan bagian dari pembangunan program nasional 35.000 MW.

“Dari program listrik 35.000 MW, di wilayah Maluku bangun sekitar 270 MW. Itu ada Pulau Seram, Tual, Buru,” tambah Hariyanto.

Hariyanto juga menyebutkan bila hasil pengeboran (drilling) pertama terbukti menjanjikan, maka akan dibangun 3 sumur tambahan pada tahap kedua. “Saat ini elektrifikasi di Ambon baru 70 persen. Kami harapkan naik jadi 90 persen dalam tiga tahun mendatang,”

Terkait kendala realisasi proyek yang digagas tahun 2010 ini, Hariyanto menyebut kendala pendanaan atau loan sebagai hambatan utama. Selain itu pembebasan lahan pun juga menjadi kendala.

PLTP Tulehu disebut memiliki potensi produksi sebesar 60 MW, di mana pengeboran sumur pertama didanai oleh PLN dan JICA dengan nilai kontrak sebesar 31 juta dollar AS dengan kontraktor PT Halliburton dan supervisi Pengeboran dilakukan oleh Konsultan WestJec-Connusa Energindo. [ps]

 

Comments

comments

Terkait

Komentar anda: