Daerah Maluku 

Gubernur Maluku Ajak Aparat Pemprov Berpikir Out of The Box

Ambon, indonesiatimur.co – Gubernur Maluku Said Assagaff mengajak semua unsur pemerintah di daerah Maluku untuk berpikir di luar kotak atau think out of the box, karena daerah ini membutuhkan terobosan-terobosan.

“Saya mengajak semua unsur pemerintah di daerah ini agar jangan hanya berfikir di dalam kotak , karena daerah ini membutuhkan terobosan-terobosan besar. Jadi harus berfikir di luar kotak (think out of the box), yaitu berfikir kritis, kreatif, inovatif dan progresif,” ujar Gubernur saat peresmian Unit Penyelenggara Seleksi Calon dan Penilaian Kompetensi Pegawai aparatur Sipil Negara Ambon (UPT. BKN) Propinsi Maluku, di Ambon, Kamis (14/9/2017).

Advertisements

Menurut Gubernur, berpikir out of the box artinya harus berani berpikir dan keluar dari kebiasaan-kebiasaan buruk, harus berani berfikir dan keluar dari zona kemapanan dan mencoba menciptakan suasana baru, harus berani menghadapi tantangan dan membuka peluang-peluang baru.

“Sedangkan orang yang suka berfikir di dalam kotak antara lain bersikap apatis, fatalis, bekerja secara mekanis, visinya kurang jelas, cenderung hanya menjadi pengikut atau gerombolan daripada menjadi pelopor,” tuturnya.

Mereka yang berpikir dalam kotak ini, disebut Gubernur, biasanya suka membuat masalah, suka mengeluh dan menyalahkan, sambil bertanya kenapa begini, kenapa begitu, daripada berpikir solutif sambil menjelaskan harusnya begini atau begitu.

“Albert Einsten pernah bilang, bahwa suatu permasalahan itu tidak akan pernah bisa dipecahkan, jika kita masih menggunakan pola pikir yang sama ketika masalah itu diciptakan,” paparnya.

Gubernur katakan, sebagai contoh, setiap saat terjadi perubahan dan perkembangan yang sangat pesat di bidang pelayanan publik (public service), terutama yang terkait dengan perkembangan teknologi informasi yang merubah berbagai standard dan kompetensi pegawai.

Konsekuensinya, lanjut Gubernur, adalah ekspetasi dan standar dalam pelaksanaan pekerjaan juga mengalami perubahan yang sangat cepat, ini yang menurut Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) kompetensi kita harus mampu memenuhi tingkat atau standard kelas dunia.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur berharap, semoga pembentukan Unit Pelaksana Teknis (UPT) BKN Ambon ini, dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh Aparat Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Provinsi Maluku, Kabupaten Kota dan instansi-instansi vertikal yang ada di Provinsi Maluku.

Selain itu, Gubernur menilai, ini bisa mempercepat reformasi birokrasi dalam memfasilitasi rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan siswa sekolah kedinasan, ujian dinas dan penyesuaian ijazah. Termasuk pemetaan kompetensi jabatan, seleksi jabatan struktural, tes kompetensi bidang, dan assessment ASN.

“Sehingga setiap pegawai ASN di Maluku, akan dapat didayagunakan dan ditempatkan secara benar dan tepat, berdasarkan background pendidikannya, bakat, kompetensi dan potensinya,” ujar Gubernur. (it-01)

Comments

comments

Terkait

Komentar anda:

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.