Daerah Maluku 

Kadis P3A Akui Kekerasan Perempuan Dan Anak Meningkat di Maluku

Ambon, indonesiatimur.co – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Maluku, Megi Samson mengakui kekerasan terhadap perempuan dan anak di Maluku mengalami peningkatan.

“Kekerasan yang terjadi di Maluku di tahun kemarin dan tahun ini berdasarkan sistem informasi ada lebih 100 kasus,” ujar Samson kepada wartawan usai mengikutin Rapat koordnasi Dinas P3A Maluku yang berlangsung di everbright hotel, kamis (15/3), dibawah sorotan tema “Bersinergi Mewujudkan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di provinsi Maluku”.

Advertisements

Menurutnya, kekerasan anak terjadi diusia 8 sampai 17 tahun. Sedangkan kekerasan perempuan lebih banyak terjadi di dalam rumah tangga. Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya terus bersinergi dengan lembaga pemerhati perempuan dan anak untuk menangani kasus yang terjadi di dalam masyarakat.

Pihaknya juga melakukan langkah konkrit untuk mengurangi tingkat kekerasan terhadap perempuan dan anak, dengan melakukan sosialisasi undang-undang 23 tahun 2002 terhadap perempuan dan anak, di tiga kabupaten, yakni Maluku Tenggara, Seram Bagian Barat dan Maluku Barat Daya.

“Semua daerah sudah dilaksanakan, tinggal tiga daerah saja yang dilakukan tahun. Namun demikian kami akan terus dilakukan secara terus menerus terutama daerah yang tingkat kekerasan perempuan dan anak yang tinggi,” ucapnya.

Dijelaskan, sosialisasi undang-undang ini perlu dilakukan agar masyarakat dapat memahami dan peduli terhadap hak anak dan perempuan. Menurutnya perlu ada dukungan dan kerjasama dari masyarakat, pemerintah, lembaga pemerhati perempuan dan anak untuk bergandeng tangan mengurangi serta menyelesaikan persoalan kekerasan perempuan dan anak.

“Namun intinya untuk mengatasi persoalan ini harus dimulai dari keluarga, dalam mewujudkan anak-anak yang baik, dan terlindung dari kekerasan,” tandasnya. (it-01)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.