Maluku Butuh Anak Muda Inovatif

Ambon, indonesiatimur.co – Gerry Habel Hukubun, caleg DPR RI nomor urut 1 dari Partai Hanura, mengatakan, untuk membangun Maluku, perlu ada langkah luar biasa. “Langkah luar biasa ini adalah langkah cepat untuk sebuah perubahan yang cepat pula. Kenapa harus cepat, karena kondisi sekarang ini dengan realitas ekonomi dan sosial orang Maluku yang beragam , memaksakan Maluku harus bisa lebih berkembang lagi,”tandasnya.

Menurutnya, jika dilihat dari sisi geografis, wilayah Maluku merupakan daerah kepulauan. Rentang kendali yang cukup jauh antar daerah satu ke daerah yang lain. Namun kenyataan saat ini, Maluku bukan provinsi kepulauan dan belum diakui secara yuridis oleh pemerintah pusat.

Advertisements

“Ini sangat merugikan kita orang Maluku,” tegasnya.

Gerry yang saat ini oleh anak-anak muda dikatakan sebagai caleg milenial, karena dengan semangat mudanya meyakini dapat membawa perubahan cepat tepat terhadap pertumbuhan Maluku melalui suaranya dan ide kreatifnya di senayan.

“Dengan berkembangnya informasi pengetahuan teknologi saat ini, biasnya yang mudalah yang lebih cepat. Untuk itulah saya hadir,” jelasnya.

Baginya bukan berarti, yang tua tidak. Melainkan Maluku saat ini perlu sebuah dobrakan cepat, keras dan tepat untuk perubahan dari segala aspek. Anak muda lebih progres wilayah itu.

“Sesuatu yang sifatnya cepat, sifatnya kreatif, sifatnya mengubah, inofatif itu cenderung dimiliki anak muda,” ujarnya.

Dia mengaku, bahwa dirinya selama ini telah berbuat serta berupaya membangun Maluku sudah sejak lama. Salah satu contoh, membawa anak-anak Maluku ke negara-negara Pacifik. Sebut saja dua tahun lalu membawa anak anak Maluku ini ke Selandia Baru untuk memperkenalkan budaya, pesona alam Maluku melalui jalur seni.

Dipilihnya bidang seni budaya untuk mempromosikan Maluku dengan kekayaan alamnya di negara bagian Pacific, karena ada kesamaan kultur. Yakni ras Melanisia dan Polenesia. Kedua kultur ini ada di Maluku. Kesamaan ini yang kemudian dengan mudah diterima

“Dengan cara itulah kita bisa dengan muda promosikan potensi kita di Maluku dalam menarik investor yang baik untuk Maluku,” ucapnya.

Gerry yang pernah menjadi wakil ketua DPRD Maluku Tenggara ini juga merupakan pengusaha muda yang serius dengan niat mulianya ingin mendobrak dan mengangkat Maluku agar lebih layak lagi bersaing dengan daerah lain si Indonesia.

“Saya berkarya bukan baru saat ini, karena akan maju sebagai caleg. Itu salah besar. Bisa saja mau dekat-dekat kontestasi politik baru saya buat. Tapi kan tidak begitu. Rahmat yang Tuhan kasih harus digunakan untuk bangun daerah ini,” utarnya.

Dia mengatakan, Maluku harus punya pemilih rasional diatas 30 persen. Suatu daerah yang memiliki pemilih rasional diatas 30 persen itu dapat dijamin daerah akan maju.

Mindset pemilih di Maluku masih mengandalkan pendekatan emosional (Saudara/Paman/Teman/Sukuisme). Ini yang kemudian dengan mudahnya orang-orang berkata bisa bangun Maluku. Padahal realitas berkata lain. (it-01)

Comments

comments