Disperindag Maluku Bawa 8 UKM Dan 3 Eksportir Ke Trade Expo Indonesia

Jakarta, indonesiatimur.co – Trade Expo Indonesia Ke 34, yang diselenggarakan  Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, dimulai pada16 hingga 20 Oktober 2019, diikuti seluruh Provinsi di Indonesia.

Khusus Provinsi Maluku melibatkan sebanyak delapan UKM (usaha kecil menengah) dan tiga eksportir, pada misi dagang antar daerah yang berpusat di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Bumi Serpong Damai (BSD) Kota Tangerang, Provinsi Banten.

Advertisements

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Indag) Maluku, Elvis Pattiselano, yang ditemui Indonesia Timur.co pada Jumat (18/10/2019), mengatakan,  dalam rangka meningkatkan akselerasi perdagangan dalam negeri, perluasan jaringan pasar produk unggulan daerah, maka tidak tangung-tangung, pihaknya melibatkan pelaku-pelaku UKM yang serius mengembangkan usahanya.

Pada pelaksanaan Trade Expo pada tahun-tahun sebelumnya,  Pattiselano mengatakan, Maluku hanya mengikutkan satu boot saja. Akan tetapi dalam tahun ini, pihaknya mencoba untuk meningkatkan promosi. “Tahun ini Indag menghimpun beberapa UKM yang tersebar di kabupaten/kota maupun para eksportir untuk promosi bersama.Jadi pemprov fasilitasi standnya dan kabupaten kota seperti Ambon, KKT, Malra, Malteng dan eksportir Maluku Prima Makmur dan PT Kamboti mengisinya dengan produk-produknya,” jelasnya.

Menurutnya, untuk tahun 2019 ini Maluku tampil berbeda dari sebelumnya. Hasil yang didapat juga sangat menggembirakan. Pasalnya, dua hari dalam pameran promosi, banyak pembeli dari luar negeri maupun pengusaha lokal telah membangun komunikasi untuk kerjasama dengan Maluku. Bahkan ada pengusaha yang sudah memesan hingga dua ton produk abon ikan.

Dikatakannya, untuk meningkatkan penjualan dan lebih dikenal banyak orang, maka Maluku harus mengikuti kegiatan-kegiatan seperti Trade Expo tersebut. “Kita harus terlibat dalam kegiatan seperti ini. Yang promosi saja butuh waktu untuk dikenal. Apalagi kalau tidak sama sekali,” tegasnya.

Ketertarikan pembeli luar negeri maupun lokal ini juga turut dipengaruhi oleh kemasan produk. Hal ini dilihat, ketika tahun 2019 ini, pihaknya melibatkan tenaga desainer kemasan dari Jakarta. Mengingat di Ambon belum ada industri kemasan. Ia pun berharap, semoga kedepannya, Maluku memiliki rumah kemasan. (it-02)

Comments

comments