Hukum Maluku 

Warga Olilit Terlibat Adu Jotos Dengan Anggota Brimob Saumlaki

Saumlaki, indonesiatimur.co – 

Adu jotos antara tujuh warga Desa Olilit dengan Anggota Brimob Kompi 3 Batalyon C Pelopor Polda Maluku yang bermarkas di Kota Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), akhirnya tak terhindarkan, hanya lantaran caci maki. Keterangan sebaliknya disampaikan Briptu M saat ditemui media ini, Jumat (25/09/2020), yang bertempat di ruangan Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Kepulauan Tanimbar.

Advertisements

Briptu M yang juga merupakan salah satu korban perkelahian tersebut, memberi keterangan kronologi kejadian. Awalnya ia bersama saudara laki-lakinya pada Kamis sekira pukul 23.50 Wit menuju Kota Saumlaki untuk membeli makan dengan mengendarai sebuah mobil Avanza. Ketika melalui sebuah perempatan jalan, tepatnya pada perempatan Pos Polantas, dari kejauhan Briptu M melihat ada sebuah motor yang menghalangi ruas jalan tersebut dan dirinya kemudian melambatkan laju mobilnya hingga berhenti tepat disisi motor tersebut.

Ketika mobil berhenti, ada seorang pemuda (Timotius Fanumby) menghampiri mobilnya dan langsung mengeluarkan kata makian yang menurutnya, makian tersebut sebenarnya memang ditujukan kepadanya lantaran wajah dan mata Timotius memang tertuju padanya yang berada di dalam mobil bersama saudaranya itu. Saat itu dirinya kemudian turun dari mobil dan sempat menanyakan pemuda tersebut bahwa bermaksud apa memaki seperti itu dan tujuan dari makian tersebut sebenarnya apa. Namun Timotius mengatakan bahwa yang dimaki itu adalah temannya di seberang jalan yang sementara bermain game PUBG Mobile dan bukan memaki mereka berdua. Dengan jawaban itu, membuat Briptu M kembali meminta maaf bahwa jangan marah dan tersinggung jika dirinya bertanya. Kemudian dijawab oleh Timotius bahwa, jika mau memukul tidak masalah, dirinya akan memproses. Jawaban tersebut terkesan sinis dan seakan mengejek Briptu M, namun lagi-lagi tidak dihiraukan karena menganggap Timotius sudah sempoyongan (mabuk minuman keras).

Selanjutnya, Briptu M kemudian masuk ke mobilnya dan menyalakan mesin namun Timotius kembali melanjutkan aksinya dengan menghidupkan lagi motornya dan menggeber-geberkan gas dengan keras, sambil memaki Briptu M.

“(memaki), kanapa? Kalo seng enak, mari iko beta di bengkel sebelah,” teriak Timotius dan lantas melaju dengan motornya.

Merasa ada yang janggal dan pemikiran Briptu M bahwa bisa saja terjadi masalah sehingga jangan sampai mobil Briptu M dilempari batu, apalagi sudah larut malam, sehingga dirinya memutuskan kembali ke rumahnya dan menukar kendaraan tersebut dengan sebuah sepeda motor berjenis Yamaha Mio untuk kembali membeli makanan disekitar areal pengeringan. Namun sayang, ketika kembali dengan motor, dirinya bersama saudaranya tersebut kembali berpapasan dengan Timotius. Ketika melihat Briptu M, Timotius lantas menghampiri dan kembali mencari masalah sehingga akhirnya terjadi pemukulan dan pengeroyokan terhadap Briptu M dan saudaranya.

“Saudara saya tiba-tiba dikeroyok oleh sekitar enam orang sampai kepala dan pergelangan tangannya diinjak-injak dan saya dilempar dengan sebuah besih dan mengenai kaki kanan saya. Masih menahan sakit di kaki, tiba-tiba saya dipukul di bagian wajah dan belakang kepala saya,” tutur Briptu M.

Akibat dari pengeroyokan terhadap saudaranya, beruntung saja saudaranya berhasil lari menyelamatkan diri meninggalkan Briptu M sendirian. Handphone Briptu M juga jatuh dari sakunya dan tidak sempat diambil lagi. Timotius juga kemudian menendang motor Briptu M dan pada kesempatan itu, Briptu M kemudian menghindar dan menuju Mako Brimob saat itu juga.

“Setiba di Mako, saya meminta piket untuk bersama-sama menuju TKP untuk mengambil motor dan handphone saya. Sampai di TKP, bahkan saya sempat dipukul oleh kakak Timotius yang bernama Marsianus Fanumby tanpa bertanya duduk persoalan seperti apa,” jelasnya.

Di tempat terpisah saat dikonfirmasi persoalan tersebut, Kapolres Kepulauan Tanimbar, AKBP Romi Agusriansyah, S.I.K. mengatakan belum bisa memberikan keterangan tentang persoalan dimaksud karena masih dalam proses pemeriksaan. Dirinya mengatakan, tentunya ada hubungan sebab akibat sehingga terjadinya persoalan dimaksud, namun dirinya berjanji akan mendudukan persoalan secara proporsional sehingga siapapun yang bersalah akan ditindak dan sebaliknya yang benar, akan dikatakan benar.

“Masalah ini, masih dalam proses pemeriksaan. Brimob yang turut terlibat tadi malam kurang lebih ada lima orang, semuanya sudah dalam pemeriksaan di Satreskrim. Kita masih belum bisa menyatakan siapa benar dan siapa salah karena proses sementara jalan. Yakin dan percaya kami akan mengusut persoalan ini secara proporsional,” ungkap Kapolres Romi.

Lanjut Kapolres, dirinya bahkan telah mengunjungi kedua masyarakat yang turut menjadi korban di Desa Olilit. Setelah melihat langsung kondisi Marsianus yang merupakan kakak Timotius, dirinya meminta kepada orang tuanya agar Marsianus dibawa ke rumah sakit dan dikawal oleh Anggota Bhabinkamtibmas agar mendapatkan perawatan intensif hingga sembuh.

“Untuk biayanya juga saya akan membantu hingga sembuh nanti. Sedangkan adiknya juga sementara kita ambil keterangannya supaya kita tau. Kita ambil cerita kronologinya dari kedua sisi agar sama-sama kita dudukan persoalannya,” tutur Kapolres.

Kapolres melanjutkan, korban dari Anggota Brimob adalah Briptu M dan sesuai hasil visum yang dilihat, ada bengkak di belakang kepala dan bagian tungkak. Kaki kanannya juga bengkak dan menurut pengakuan, itu akibat dilempar dengan besih namun tidak tau besih apa yang digunakan karena masih mencari alat bukti. Untuk itu, dirinya mengajak agar dudukan persoalan ini secara proporsional atau berimbang.

“Saya atas nama Polri, khususnya Polres Kepulauan Tanimbar meminta maaf atas kejadian ini. Tentunya terlepas dari siapa yang salah dan siapa yang benar, ini sudah menimbulkan korban. Untuk itu, saya atas nama institusi, meminta maaf pada masyarakat Tanimbar untuk hal ini,” ucap Kapolres. (it-03)

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

PPKM Mikro Ambon