Daerah Maluku 

Jelang HUT KKT, Bupati  Jabarkan Capaian Kemajuan Dan Kekurangan

Saumlaki, Indonesia timur.co

Menjelang momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Kepulauan Tanimbar ke 21 yang jatuh pada tanggal 4 Oktober mendatang, Bupati Kepulauan Tanimbar, Petrus Fatlolon menjabarkan beberapa pencapaian indikator, baik tentang kemajuan maupun kekurangan yang dialami selama memimpin Bumi Duan Kilat dalam kurun waktu tiga tahun ini.

Advertisements

Pada media ini, Kamis (01/10/2020) saat ditemui di ruang kerja Kantor Bupati Kewarbotan, dirinya menjabarkan pencapaian indikator pertama, yakni angka kemiskinan berhasil diturunkan, meskipun tidak signifikan yang dari angka 28,08 persen pada tahun 2018, menjadi 27,25 persen di tahun 2019.

Indikator kedua, lanjut Fatlolon adalah angka Index Pembangunan Manusia (IPM) yang berhasil ditingkatkan dari angka sebelumnya 62,36 persen, menjadi 62,86 persen, meski peningkatannya juga tidak begitu signifikan pada tahun 2019 lalu.

Ketiga, adalah indikator tentang kondisi rumah layak huni, dimana sesuai dengan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), ada 5000 rumah yang harus dibenahi. Dirinya melanjutkan, sampai dengan tahun ketiga ini, sudah 60 persen dari target 5000 rumah yang dibenahi atau sebanyak 3002 rumah yang bersumber melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), maupun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Provinsi (APBP).

“Ada tiga sumber, yakni APBN, APBP Maluku, dan APBD Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Saya ingin garisbawahi bahwa dari target pembangunan 5000 rumah, sudah terlaksana 3002 rumah, jadi sudah sekitar 60,04 persen dari target RPJMD,” jelas Bupati Fatlolon.

Ia melanjutkan, indikator berikutnya adalah inflasi yang berhasil ditekan turun, meskipun tidak signifikan, dari angka 3,72 persen, berhasil kita turunkan menjadi 3,63 persen. Indikator berikutnya adalah angka harapan hidup yang juga mengalami kenaikan meski tidak signifikan dari 63,20 menjadi 63,32 persen. Sedangkan indikator angka Kematian ibu hamil, dari tahun 2018 ada 3 ibu hamil yang meninggal, dan di tahun 2019 ada 2 ibu hamil yang meninggal dunia. Berarti berhasil ditekan turun, ujarnya.

“Indikator kematian bayi juga sama, yakni tahun 2018 ada 35 bayi yang meninggal, sementara di tahun 2019 hanya ada 27 bayi yang meninggal dunia,” ungkapnya.

Ditambahkan pula, indikator di bidang infrastruktur, terutama untuk menunjang pelayanan kesehatan, ada dilakukannya pembangunan rumah sakit yang memenuhi standard mutu pelayanan, yakni pembangunan Rumah Sakit dr. P. P. Magretti akan pindah lokasi ke Ukur Laran dan statusnya juga akan naik dari tipe D ke tipe C dengan menelan anggaran hampir 80 milyar dan direncanakan akan selesai pada bulan Desember nanti.

“Tahun depan, kita menganggarkan dana lagi untuk menyelesaikan RS Magtretti di Ukur Laran. Juga beberapa waktu belakangan kita juga membangun hampir 10 Puskesmas di beberapa kecamatan. Tahun ini ada di Desa Adaut, Lorulun, dan Waturu. Jadi ada 3 puskesmas dengan anggaran yang cukup besar, baik yang bersumber dari APBN maupun APBD,” jelas Bupati.

Dirinya mengakui, untuk sarana infrastruktur juga memang belum maksimal, yang dari total 351 km panjang ruas jalan yang harusnya dibenahi, sampai dengan saat ini baru 164 km yang dibenahi atau 46,7 persen yang dicapai sesuai dengan target RPJMD. Sedangkan indikator di bidang pendidikan, jugayelah dibenahi beberapa fasilitas ruang belajar di sekolah-sekolah, mulai dari jenjang PAUD sampai ke SMP, baik itu melalui program swakelola maupun program pembangunan yang ditangani oleh pihak ketiga. Ada pula peningkatan kualitas guru, penyiapan SDM Tanimbar menyongsong beroperasinya Blok Masela, demikian juga penyiapan tenaga pengajar sesuai dengan kebutuhan sekolah, juga ditingkatkan.

Berikutnya ditambahkan, dua tahun terakhir, KKT mendapatkan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK-RI Perwakilan Maluku, yaitu untuk tahun anggaran 2018 sampai 2019 berturut-turut sebanyak dua kali predikat tersebut diberikan terhadap Laporan Pertanggung Jawaban Keuangan Pemerintah Daerah.

Sementara itu lanjutnya, selama kurun waktu tiga tahun kepemimpinannya, juga berhasil merubah nama kabupaten dari sebelumnya Maluku Tenggara Barat (MTB) menjadi Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) pada bulan Januari 2019 lalu. Hal tersebut merupakan bagian dari capaian-capaian yang merupakan indikator keberhasilan pemerintah daerah di era pemerintahannya bersama dengan wakil bupati yang memasuki tahun ke empat.

Diakui juga bahwa memang ada kendala-kendala yang sampai saat ini belum bisa kita tuntaskan, termasuk angka pengangguran yang masih tinggi. Angka pengangguran yang masih cukup tinggi, yakni berada pada angka 4,70 persen. Karena itu, tahun depan ini pemda berencana untuk membangun Balai Latihan Kerja (BLK) dan menciptakan tenaga-tenaga terampil, terutama kepada mereka yang putus sekolah SMU, putus kuliah.

“Saya tidak boleh mengatakan yang baik-baik saja, namun saya harus sampaikan juga kendala-kendala yang belum juga bisa kita uraikan secara tuntas. Kita patut bersyukur kepada Tuhan atas kemurahan serta penyertaannya sehingga penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan kemasyarakatan di KKT berjalan dengan baik tanpa adanya kendala yang berarti. Jika ada kendala-kendala kecil, itu normal dalam penyelenggaraan pemerintahan, sehingga patut kita bersyukur kepada Tuhan Sang pencipta kita atas penyertaanNya dalam seluruh aspek penyelenggaraan pemerintahan,” ungkap Bupati.

Tak lupa, dirinya mengucapkan terimakasih kepada para pendahulu-pendahulu yang pernah memimpin daerah ini. Ia berjanji pada momentum HUT nanti, akan mengajak seluruh pendahulu maupun para tetua yang turut memperjuangkan berdirinya kabupaten yang bertajuk Duan Lolat ini.

“Pertama adalah almarhum Bapak S. J. Oratmangun bersama Bapak Lukas Uwuratu, Bapak Bitsael Temar, Bapak Barnabas Orno yang kini Wakil Gubernur Maluku, Bapak Polly Werembinan serta para pejabat lainnya, mantan Sekretaris Daerah, baik yang ditunjuk dari Ambon, maupun Sekretaris Daerah lainnya yang pernah mengabdi di KKT, demikian juga para orang tua-tua kita yang pernah memperjuangkan berdirinya Kabupaten Maluku Tenggara Barat. Mereka-mereka ini cukup banyak dan saya bermaksud nanti akan mengundang mereka untuk menghadiri syukuran tanggal 4 Oktober nanti,” tutupnya. (it-03)

Comments

comments

Terkait

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.