Arus Mudik Nataru ke Tanimbar Mulai Nampak! Ini Kesiapan UPP Saumlaki
Saumlaki, indonesiatimur.co –
Menjelang Hari Besar Umat Kristen, yakni Peringatan Natal Kristus 2024 dan momentum Tahun Baru 2025 (Nataru) mendatang, berbagai kesiapan menyikapi lonjakan arus mudik mulai disiapkan berbagai pihak.
Di Kabupaten Kepulauan Tanimbar sebagai daerah terluar Indonesia misalnya, lonjakan arus mudik masyarakat yang ingin merayakan Nataru mulai nampak. Untuk itu, sebagai garda terdepan pintu masuk sarana transportasi laut di daerah bertajuk Duan Lolat itu, pihak Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Saumlaki, turut mengambil langkah kesiap-siagaan.
Kepala Syahbandar UPP Saumlaki, Rodrieggo Diaz, kepada IndonesiaTimur.co, Jumat (13/12/2024) katakan bahwa lonjakan arus mudik masyarakat menuju Tanimbar mulai nampak dengan manifest jumlah penumpang KM Pangrango sebanyak 582 orang. Sebaliknya, jumlah penumpang yang keluar dari Kota Saumlaki saat proses debarkasi dan embarkasi tersebut berjumlah 389 orang.
“Itu jumlah manifest KM Pangrango per Kamis, 12 Desember 2024 kemarin. Penumpang yang tiba di Saumlaki lebih banyak dari yang ke luar Saumlaki,“ ungkap Syahbandar.
Dirinya jelaskan, lonjakan arus mudik bisa dipastikan akan terus bertambah jelang dan sesudah Nataru. Di Saumlaki sendiri merupakan pangkalan Perintis, dimana terdapat 5 Kapal Perintis yang berpangkalan di kota kabupaten itu, selain 3 Kapal PELNI lainnya yakni KM Pangrango, Leuser, dan Sirimau. Sementara untuk menyikapi lonjakan penumpang di bulan Desember ini, baik Kapal Perintis maupun PELNI sudah terjadwal.
Koordinasi pihaknya dengan pihak PPK Perintis, masih ada sisa dua voyage ataupun satu voyage saja dari masing-masing trayek perintis tersebut. Sedangkan dari Kapal PELNI, juga masih terjadwal di bulan ini.
“Pangrango masih ada dua trip di tanggal 17 dan 26 Desember masuk di Saumlaki. Leuser juga di tanggal 25 Desember dan diprediksi akan terjadi lonjakan penumpang juga, mengingat penumpang dari Tual masuk. Kalau Sirimau, 23 Desember dan lanjut ke NTT. Tetapi prediksi kita kayaknya penumpang tidak terlalu padat,” pungkas Diaz.
Ia menambahkan, Posko Nataru untuk memantau arus mudik akan dimulai pada 18 Desember hingga 8 Januari 2025 mendatang. Dengan adanya Posko di areal Pelabuhan Yos Soedarso Saumlaki ini, kewaspadaan penanganan lonjakan arus mudik akan benar-benar berjalan maksimal.
Selain arus mudik yang menjadi tranding topik, Syahbandar juga menjaminkan ketersediaan stok pangan di Saumlaki yang diangkut melalui jalur Tol Laut dari Jawa ke Saumlaki per tanggal 15 dan 20 Desember.
“Artinya stok sembako untuk Tanimbar secara keseluruhan itu aman. Jadi untuk ketersediaan sembako di Saumlaki, pelabuhan UPP Saumlaki masih menjamin bahwa tidak akan terjadi kelangkaan sembako di saat Nataru,” imbuh Syahbandar ini.
Di kesempatan itu, Diaz turut sampaikan arahan dari Menteri Perhubungan RI sesuai hasil Rapat Nataru di Jakarta, sehubungan dengan masalah keselamatan. Drinya mengimbau kepada masyarakat agar bisa mentaati peraturan pada saat berlayar. Apalagi saat ini telah memasuki musim barat.
“Masyarakat diharapkan jangan terlalu banyak bawa barang bawaan saat libur. Kalau bisa bawa sesedikit mungkin sehingga apabila turun di pelabuhan yang tidak memiliki fasilitas pelabuhan atau memang di saat cuaca buruk, kapal itu akan dialihkan ke titik labuh yang aman sehingga naik turun penumpang, baik dari kapal besar, dari kapal perintis, turun ke perahu atau longboat tidak alami kesulitan,” imbau Syahbandar. (it-03)
