Ekonomi & Bisnis Maluku 

UMKM Sukun Goreng Putri Angkasa, Ubah Tantangan Jadi Keuntungan

Ambon, indonesiatimur.co  – Sukun Goreng Putri Angkasa yang berasal dari UMKM Putri Angkasa Ambon menjadi UMKM binaan Bank Indonesia merupakan salah satu UMKM yang bertahan dan tetap eksis hingga saat ini. Bahkan disaat covid-19, Sukun Goreng Putri Angkasa tetap beraktivitas dan memiliki penjualan yang tinggi sehingga tetap menghidupi para pegawainya ditengah badai resesi ekonoml, pemecatan pegawai di berbagai industri di seluruh dunia.

“Saat Covid 19 di tahun 2020, Saya bisa lebih fokus pada usaha Sukun Goreng Putri Angkasa,” ungkap Evie Noya, pemilik Sukun Goreng Putri Angkasa.

Menurutnya, ditengah pandemi covid-19 yang melanda dunia, Sukun Goreng Putri Angkasa justru berhasil berkembang lebih besar dengan menjawab kebutuhan sukun goreng. Ada beberapa faktor yang membuatnya tetap eksis hingga saat ini, antara lain rasanya yang lezat, sukun juga dikenal memiliki beberapa manfaat kesehatan, yaitu mengandung serat tinggi yang baik untuk pencernaan dan membantu mencegah sembelit. Selain itu, sukun juga kaya akan nutrisi seperti karbohidrat, vitamin C, dan mineral, yang baik untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Sukun juga kaya akan karbohidrat kompleks, rendah lemak, serta bebas kolesterol dan gluten . Sukun memiliki indeks glikemik (kejutan gula darah) yang moderat dibandingkan dengan kentang putih, nasi putih, roti putih, dan talas.

Saat covid-19 terjadi dimana restoran, cafe, toko, swalayan dibatasi waktu operasional dan tidak bisa makan di tempat, putri pendiri Restoran Putri Angkasa, Centya Noya ini katakan, dia tetap menjalankan usaha ini dengan mengirim sukun frozen ke hub Jakarta, Pengiriman ke Jakarta karena dipesan oleh hampir semua langganan Sukun Goreng Putri Angkasa yang berada di Jabodetabek.

Dengan banyaknya pemesanan tersebut, Sukun Goreng Putri Angkasa tumbuh pesat, meskipun ada rintangan. Istri AKBP A.Q Ginting S.H. ini mengakui, salah satu permasalahan yang dihadapi adalah keluhan pembeli terkait pengiriman sukun frozen yang harus dilakukan instant dan sameday atau harus sampai hari itu juga.

“Situasi ini mendorong saya untuk mencari solusi agar produk sukun frozen dapat lebih awet. Akhirnya, menemukan metode pengiriman produk frozen menggunakan kotak khusus yang membuat produknya dapat bertahan lebih lama,”terang ibu dari Nevada Ginting dan Restika Lavega Ginting.

Dengan semangat yang tinggi untuk bertahan dan lakukan inovasi, kesuksesan tidak terelakkan, Sukun Frozen Putri Angkasa semakin dikenal dan diterima dengan baik oleh pasar.

“Saat orang-orang enggan keluar rumah karena takut, Saya dan tim justru bergerak aktif untuk melayani pemesanan dengan sistem pembayaran langsung atau transfer rekening juga penjualan lewat Shopee. Dengan ini semua pegawai putri angkasa tetap menerima gaji meskipun pekerjaannya di bagi 2 shift,”jelas lulusan STMIK Gunadarma dan alumni Nanyang Business School Singapore.

Ketika jumlah kasus Covid-19 meningkat drastis di Kota Ambon pada tahun 2021, Evie katakan permintaan Sukun Frozen milik Putri Angkasa meningkat tajam.
Dampaknya, omzet usaha Sukun Frozen yang semula sekitar Rp 4 juta per minggu melonjak menjadi diatas Rp 10 juta hingga 12 juta per minggu atau meningkat lebih dari 2 kali lipat.

Keberhasilan Sukun Frozen Putri Angkasa tidak terlepas dari pasar yang besar di dalam dan luar daerah, khususnya Jakarta. Evie ungkapkan bahwa bantuan Bank Indonesia Perwakilan Maluku membuat produknya, Sukun Frozen tersedia di Shopee mendapatkan kurasi dari Rietsz Star dan mendapat nilai terbaik saat itu.

“Saya mensyukuri semua kejaiban ALLAH yang diberikan untuk Putri Angkasa saat covid hingga hari ini. Kami melewati banyak hal, tapi kami tetap di berikan kepercayaannya untuk dapat bekerja hingga hari ini.
Ada nilai-nilai yang ditanamkan oleh pendiri Putri Angkasa, ibu saya, Maria Centya Anasstasia Noya, yaitu SIGAP. Komponennya ada kesetiaan (setia), integritas, gratitude atau mengucap syukur, anggapan positif dan profesionlisme. Ini yang saya pegang hingga saat ini,”ungkapnya bangga dan haru.

Selain itu, Evie jelaskan, SIGAP itu artinya perusahaan juga harus lincah menghadapi perubahan seperti yang terjadi pada masa sekarang maupun ketika ada pandemi covid-19.

“Saya juga menerapkan bahwa semakin tinggi perkembangan perusahaan harus semakin banyak memberikan berkat kepada banyak orang. Seperti padi, makin berisi harus makin merunduk,”pungkasnya.

Evie dan Sukun Goreng Putri Angkasa tetap melakukan inovasi untuk tetap memberikan kepuasan bagi pelanggan.

47 tahun Putri Angkasa hadir sebagai restoran di Bandara Pattimura Ambon dan memiliki penganan spesial Sukun Goreng Putri Angkasa, yang merupakan resep Oma Banda, panggilan untuk ibu pendiri Putri Angkasa. Sukun Goreng Putri Angkasa bahkan memiliki penggemar fanatik yang karena kecintaannya akan penganan ini, telah membentuk komunitas sendiri. Melalui komunitas ini pula, mereka ikut mempromosikan Sukun Goreng Putri Angkasa. Hal ini dikarenakan, Sukun Goreng Putri Angkasa tetap memiliki rasa dan tampilan yang tetap khas dan enak, yang membuatnya menjadi oleh-oleh wajib dari Bandara Pattimura Ambon, dan diminati masyarakat, pejabat, pengusaha bahkan artis.

Evie berpesan bagi para pemilik UMKM di bidang kuliner untuk tetap memperhatikan tren dan peluang yang muncul, agar tetap relevan dan kompetitif. (it-02)

Bagikan artikel ini

Related posts

Komentar anda:

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.