Ekonomi & Bisnis Nusa Tenggara Timur 

Dua Maskapai Antisipasi Lonjakan Mudik, Ajukan Izin Ekstra

Pesawat Merpati

KUPANG— Dua maskapai penerbangan telah mengajukan izin kepada PT Angkasa Pura I untuk bisa melakukan ekstra terbang, guna membantu kelancaran arus mudik melalui Bandara El Tari Kupang.

Dua maskapai penerbangan itu adalah Merpati Nusantara Airlines dan TransNusa Air Service, sebuah perusahan penerbangan milik swasta yang berbasis di Kupang, kata Airport Duty Manager PT Angkasa Pura I Bandara El Tari Kupang, Gabriel Keraf, di Kupang, Kamis.

“Kami sudah menerima permohonan dari dua maskapai untuk melakukan penerbangan ekstra. Prinsipnya tidak ada masalah. Kalau diperlukan untuk kelancaran mudik, kami akan mengeluarkan izin terbang,” katanya terkait kemungkinan adanya penerbangan ekstra dari Bandara El Tari Kupang untuk membantu kelancaran arus mudik.

Menurut dia, jumlah penumpang yang berangkat maupun datang di Bandara El Tari Kupang sejak H-9 memang mengalami peningkatan hingga mendekati 100 persen dari hari normal.

Namun, karena jumlah maskapai penerbangan yang tersedia cukup banyak sehingga masih bisa melayani semua permintaan. “Satu atau dua hari ini kalau ada peningkatan permintaan. Kita keluarkan izin untuk ekstra penerbangan,” kata Gabriel Keraf yang juga Ketua Posko Mudik Lebaran Bandara El Tari Kupang.

Para penumpang pesawat udara yang berangkat maupun kedatangan melalui Bandara El Tari Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak H-9 mengalami peningkatan hingga mencapai 100 persen dari hari normal.

Pada hari normal, arus penumpang berangkat maupun kembali melalui Bandara El Tari Kupang hanya berkisar 1.700-1800 penumpang per hari tetapi saat ini meningkat menjadi 3.000 per hari.

Mengenai jumlah pergerakan pesawat, dia mengatakan juga mengalami peningkatan dari dari 27-28 kali menjadi 32 kali per hari. (Antara/Juanda)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon