Papua Politik 

Ratusan WN PNG Hadiri Peringatan HUT RI di Boven Digoel

Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-67 tanggal 17 Agustus 2012 lalu di Kampung Ninapi, Kabupaten Boven Digoel yang dihadiri oleh para pejabat bersama Muspida disana, sangat berbeda. Karena dalam upacara tersebut, tidak hanya masyarakat dari kampung-kampung sekitar yang mengikuti, tetapi juga kurang lebih 300 warga dari PNG menghadiri dan menyaksikan secara langsung.

Mereka sangat terharu tatkala melihat dari dekat bagaimana hubungan kekeluargaan yang dibangun antara aparat keamanan, pemerintahbersama dengan masyarakat setempat. Selama ini, terlintas dalam benak dan pikiran mereka jika aparat itu terkesan arogan dan kasar. Padahal, semunya tidak seperti demikian yang terjadi di lapangan. Sehingga sebagian besar berniat akan kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Danyon Satgas Pamtas Yonif 121/Macan Kumbang, Letkol (Inf) Ayub Akbar yang ditemui Papua Pos, Sabtu (25/8) mengungkapkan, pada HUT Proklamasi RI itu, ratusan warga dari PNG menyaksikan langsung jalannya upacara. Mereka begitu terharu dan terkesima tatkala keakraban, kekeluargaandan hubungan emosional yang dibangun dengan warga setempat. “Ya, sepertinya mereka tidak percaya tatkala para prajurit sangat dekat dengan warga. Tetapi, itulah kenyataan yang sebenarnya,” ungkap Danyon.

Disinggung apakah ada niat dari warga PNG kembali ke pangkuan NKRI, Danyon mengungkapkan, untuk kearah sana sudah bisa dapat dipastikan. Tetapi bahwa, bukan karena paksaan atau desakan baik dari pemerintah maupun prajurit yang bertugas di daerah perbatasan. Tetapi karena atas inisiatif dan niat mereka sendiri. “Memang ada rencana untuk mereka pulang ke pangkuan NKRI, namun semua itu tergantung dari keinginan sendiri. Intinya, kita tidak pernah memaksa. Tetapi karena mereka melihat secara langsung jika hubungan kekeluargaan antara warga setempat dengan pemerintah maupun aparat keamanan sangat kental,” tandas Danyon.

Para warga PNG, lanjut Danyon, mengaku jika selama mereka berada di sana, pelayanan dalam bidang kesehatan, hampir tidak diperhatikan dengan baik. Dengan keluhan yang disampaikan, maka kegiatan pengobatan dilakukan dan mereka sangat berterimakasih karena mendapatkan perhatian yang begitu besar.“Kami akan bangun komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boven Digoel sehingga ke depan, kegiatan pelayanan kesehatan bisa dilakukan secara rutin,” tandasnya.[frans/papos]

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon