Banjir di Mamuju karena Pembalakan Liar

mamuju

Mamuju,

Gubernur Sulawesi Barat, Anwar Adnan Selah, mengatakan, banjir di Kabupaten Mamuju Utara terjadi karena pembalakan hutan. “Banjir yang melanda tiga kecamatan di Kabupaten Mamuju Utara (Matra) merupakan banjir yang disebabkan pembalakan hutan,” kata Anwar, di Mamuju, Selasa (16/4).

Ia mengatakan, sejak orde baru perusahaan pemilik izin hak pengelolahan hutan (HPH) di Matra telah merambah hutan sampai gundul. Menurut dia, kerusakan hutan itu kini dirasakan dampaknya, yakni berupa banjir seperti yang melanda tiga kecamatan di Matra yakni Kecamatan Bulutaba, Kecamatan Lariang dan Kecamatan Tikke Raya.

Bnjir itu mengakibatkan ratusan rumah penduduk di berbagai desa di tiga kecamatan itu, maupun areal perkebunan dan pertanian masyarakat terendam. Sejumlah fasilitas publik seperti sekolah, jalan juga terendam.

Akibat banjir itu, sebanyak 121 kepala keluarga warga mengunsi ketempat lebih aman karena tempat tinggalnya terendam.

Anwar mengatakan, pemerintah sulbar telah mengalokasikan bantuan bagi korban berupa kebutuhan pangan. Bantuan disalurkan dengan melakukan koordinasi dengan pemerintah di Matra. “Pemerintah tidak ingin lagi terjadi seperti ini, yakni banjir karena hutan rusak. Pemerintah di sulbar berkomitmen tidak akan merusak hutannya, tetapi melestarikannya agar tidak lagi timbul bencana yang sangat merugikan masyarakat,” kata Anwar seperti dikutip Antara.

Ia berharap, masyarakat yang selama ini punya kebiasaan melakukan pembalakan hutan agar menghentikan aksinya itu karena akan merugikan diri sendiri. (AW)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon