Daerah Hot Nusa Tenggara Timur 

Polisi Dikeroyok Pemuda Mabuk

Ilustrasi
Ilustrasi

Maumere, Indonesiatimur. Naas betul nasib Briptu Adrianus Kesar alias Polce, anggota Brimbo Pelopor Maumere, Flores ini. Rabu (17/4) dini hari ia pergi beli obat untuk istrinya yang sakit. Namun di tengah jalan, saat pulang dari apotik, pada sekitar pukul 02.30 Wita, ia justru dikeroyok 10 pemuda mabuk yang sedang pesta miras di Jalan Adi Sucipto, Pensip, Kelurahan Waioti, Maumere atau ruas jalan menuju ke Bandara Frans Seda Maumere.

Polce tak berdaya. Ia tersungkur. Sekujur tubuhnya luka-luka.

Ironisnya, pengeroyokan itu dipimpin Agustinus Dewa alias Dewa, anggota Sat Pol PP Sikka. Dewa bersama delapan pemuda lainnya tengah mabuk miras di ruas jalan itu saat Polce lewat.

Para pemuda mabuk itu kabur usai melakukan pengeroyokan. Namun mereka berhasil ditangkap anggota Polres Sikka dan Brimob Flores-Maumere di lokasi persembunyian di rumah warga Pensip, Kelurahan Waioti.

Di antara pengeroyok itu ada yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS), mahasiswa, pelajar SMA, pelajar SMP dan pekerja swasta.

Polce, kepada wartawan di Mapolres Sikka, Rabu siang, sebagaimana dilaporkan Tribunnews, enjelaskan, pengeroyokan itu membuat kaki dan tangannya lecet. Punggungnya pun sakit karena dipukul dan ditendang.

Alasan pengeroyokan sepele. Polce mengatakan, pagi ia kembali dari apotik di Kota Maumere untuk membeli obat buat istrinya yang sakit. Saat melintas dengan sepeda motor di Jalan Adi Sucipto ia dicegat para pemuda mabuk itu.

Polce pun berhenti. Para pelaku menanyakan, apaka dia seorang polisi. Polce mengiyakan dan menunjukkan kartu tanda anggota (KTA)-nya.

Setelah melihat KTA itu, Dewa yang anggota Satpol PP justru bilang ke teman-temannya yang lain bahwa Polce bukan polisi. Ia pun dipukuli.

“Ada yang memeluk saya dan yang lain menendang saya di belakang. Saya sampai jatuh ke aspal mereka masih pukul saya,” tutur Polce seperti dikutip Tribunnews. (AW)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon