Hot Papua 

Longsor di Freeport: Empat Korban Selamat, Satu Meninggal

freport

Tim Emergency Response Group (ERG) PT Freeport Indonesia kembali menemukan korban ambruknya terowongan Big Gosan, Underground, Tembagapura, Mimika. Empat korban ditemukan selamat dan satu dinyatakan meninggal dunia.

Berikut daftar nama-nama korban sesuai dari data kepolisian, yang berhasil dihimpun Media Indonesia, Selasa (14/5) malam:

1. Ahmad Rusli (selamat)
2. Andrias Msen (selamat)
3. Muhtadi (selamat)
4. Kenny Wanggai (selamat)
5. Selvianus Edoway (meninggal dunia)

Hingga pukul 21.00 WIT, tim evakuasi ERG masih terus melakukan upaya pembukaan terowongan Big Gosan yang runtuh akibat longsor selasa pagi, guna mencari puluhan korban yang masih terjebak dalam terowongan tersebut.

Sementara itu, manajemen PT Freeport mengatakan bahwa PT Freeport Indonesia telah melaporkan insiden tersebut ke lembaga pemerintahan terkait, termasuk di antaranya Inspektur Pertambangan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Sejalan dengan juga terus dilakukan upaya penyelamatan.

Sebelumnya, sebuah terowongan di fasilitas pelatihan tambang bawah tanah di area tambang PT Freeport Indonesia di Kabupaten Mimika, Papua, runtuh. Sebanyak 32 karyawan diketahui terjebak dalam reruntuhan ini.

Musibah yang menimpa sejumlah karyawan ini terjadi Selasa (14/5) pagi. Hingga kini belum diketahui berapa jumlah korban luka maupun korban jiwa. Tim penyelamat sendiri saat ini tengah melakukan upaya pencarian korban.

Pihak PT Freeport mengaku telah melaporkan insiden ini kepada pihak terkait. Sementara penyebab runtuhnya terowongan hingga kini belum diketahui.

Kapolda Papua mengatakan tiga orang pekerja tambang PT Freeport menjadi korban akibat tertimbunnya longsoran di areal PT Freeport. Longsor terjadi saat puluhan orang pekerja sedang berada di dalam terowongan dan diperkirakan puluhan pekerja terjebak dalam terowongan. (HAN)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon