Daerah Nusa Tenggara Timur 

Karena Kurang Gizi, 3 Balita di NTT Meninggal Setiap Harinya

[foto: m.vemale.com]
[foto: m.vemale.com]
Menurut data lembaga Australian Aid, pada tahun 2012, setiap hari terdapat tiga balita yang meninggal dunia karena kekurangan asupan gizi di Nusa Tenggara Timur atau jika dikalkulasikan ada sebanyak 791 balita yang meninggal pada tahun 2012.

Ternyata jumlah tersebut terus meningkat “Sedangkan tahun 2013 hingga Juli lalu, jumlah balita yang meninggal sebanyak 431 balita,” ujar Kepala Bidang Perencanaan Bappeda NTT, Adi Mandala seperti yang di kutip di nttterkini.com, Selasa, (25/13).

Berdasarkan Lembaga internasional Australian Aid tersebut menyebutkan “Rata-rata kematian bayi di NTT pada setiap hari untuk tahun 2010 dan 2011 relatif sama, yaitu dua orang,” ujarnya.

Untuk jumlah tahunan, lebih lanjut Mandala menambahkan bahwa  tahun 2010 lebih tinggi dengan angka 644 balita meninggal, tahun 2011 menurun menjadi 585 balita. Sedangkan tahun 2012 mengalami peningkatan yang cukup besar, yakni berjumlah 791 balita. Hal itu jika di rata-ratakan bahwa kematian balita tiap harinya ada sebanyak tiga orang.

Adapun faktor dari kematian tersebut adalah asupan gizi yang tidak tepat atau abhkan kekurangan. Hal ini lebih lanjut diungkapkan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) NTT, Richard Djami. “Asupan gizi yang seimbang perlu dilakukan dalam rangka untuk menurunkan angka kekurangan gizi ini,” ujarnya. [As]

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon