Daerah Sulawesi Barat 

Dana Rp 3,5 Miliar Habis, Gedung Kesenian Sulbar Terbengkalai

[ilustrasi: atjehlink.com]
[ilustrasi: atjehlink.com]
Hingga kini pembangunan Gedung Kesenian Sulbar belum rampung. Bahkan pembangunan belum selesai, ada beberapa bagian dari bangunan itu telah mengalami kerusakan. Terbengkalainya bangunan ini sangat disayangkan oleh sejumlah pihak termasuk warga Mamuju.

“Saya pikir sayang uang banyak dihabiskan jika pembangunannya tidak selesai. Apa namanya kalau bukan mubasir” ujar salah seorang warga.

Proyek pembangunan Gedung Kesenian Sulbar tersebut ternyata telah menghabiskan dana APBN tahun 2008-2009 sebesar Rp 3,5 miliar. Anggaran yang begitu besar, namun pengerjaan nya belum juga tuntas bahkan tidak beroperasi karena dana yang diberikan sudah habis. Kondisi tersebut tentu saja menimbulkan tanda tanya besar  karena proyek ini menyangkut kepentingan masyarakat Sulbar.

Wakil Ketua DPRD Sulbar, Andi Nasir Nawawi mengungkapkan, seharusnya jika ada bangunan untuk sarana kepentingan masyarakat dengan menelan anggaran besar dapat dituntaskan semua masalah proyek tersebut. “Jangan ada kesan dibengkalaikan pada setiap bangunan terhadap kepentingan rakyat. Apalagi gedung ini adalah gedung kesenian pementasan seni pada Provinsi Sulbar” ujarnya.

Lebih lanjut Ia pun mendesak kepada Pemprov Sulbar yang terkait dengan pembangunan gedung kesenian ini, untuk dapat menuntaskan proyek tersebut secepatnya. ”apabila ada kesan seperti itu, yakni bangunan tidak rampung, maka semestinya dapat dituntaskan terhadap bangunan tersebut,” papar Nasir Nawawi, seperti yang dilansir di beritakotamakassar.com, senin (23/9).

Di tempat lain, ketua Dewan Kebudayaan Mandar (DKM), Muhaimin Faisal mengungkapkan bahwa seharusnya hal itu ditindaklanjuti pihak “Kejaksaan Negeri Mamuju harus menindaklanjuti dan meminta pertanggungjawaban jika memang ada yang menyalahi proses pembangunan tersebut,” ujarnya.

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon