Budaya Hot Nusa Tenggara Timur 

Gelar Budaya Flobamora, Upaya Merangsang Anak Muda Cintai Budaya Sendiri

[foto: shnews.co]
[foto: shnews.co]
Kepiawaian sekelompok anak muda dalam memainkan alat musik tradisional seperti seruling dan sejenisnya memikat serta mengundang perhatian sekitar 500 penonton di halaman Taman Budaya NTT, Jumat (27/9/2013) malam. Kelompok musik tersebut berasal dari Kabupaten Manggarai yang ikut ambil bagian dalam Gelar Budaya Flobamora di Taman Budaya NTT yang digelar sejak Selasa (24/9).

Kelompok yang mempunyai nama Molas Bali Belo itu tampil memainkan alat musik tradisional Manggarai dengan membawakan lagu Benggong dan So Inang. Dan gelar musik tradisional ini juga merupakan kegiatan pertama kali diadakan di Taman Budaya NTT.

Kepala Taman Budaya NTT, Dra. Yohana Lingu Lango, mengatakan kegiatan tersebut diikuti oleh hampir semua kabupaten dan Kota yang ada di NTT. “Ini baru pertama kali gelar acara sebesar ini, dan diikuti oleh 21 kabupaten/kota. Ini menunjukkan betapa semua komunitas seni dan budaya di NTT sangat rindu untuk mengekspresikan diri dalam acara seperti ini,” jelas Yohana dikutip di kupang tribunnews.com minggu, (29/09).

Dalam ajang ini, para seniman dan budayawan NTT ambil bagian dalam workshop, lomba fotografi, pameran seni lukis pelajar, festival kesenian daerah, lomba vokal group, festival musik bambu dan lomba musikalisasi puisi. “Semuanya merupakan peradaban kebudayaan NTT yang saat ini terus bergerak maju. Hal itu karena kebudayaan memiliki peranan penting guna memberikan identitas dalam kelompok masyarakat, wilayah kedaerahan serta bangsa,” jelasnya.

Taman Budaya NTT terus berupaya menciptakan dan melestarikan kultural bagi masyarakat, terlebih generasi muda yang saat ini sangat peka terhadap gejolak arus perubahan. Dengan diselenggarakannya Gelar Budaya Flobamora diharapkan bisa meningkatkan ketahanan budaya lokal masyarakat dan juga para pelaku kebudayaan di NTT. [As]

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon