Daerah Maluku 

Tak di Respon, Para Pendemo Letakan CD & Bra di Gerbang Kejati Maluku

[foto: sindonews.com]
[foto: sindonews.com]
Aksi puluhan pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Anti Korupsi (Germakor) dalam aksi demo, Maluku Kamis (3/10) berakhir ricuh. Kejati Maluku dihadiahi pakaian dalam wanita berupa celana dan juga bra.

Itu dilakukan berikan sebagai lambang mandulnya penegakan  hukum dalam kasus korupsi dana asuransi anggota DPRD Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), yang melibatkan Walikota Tual, MM Tamher dan wakilnya, Adam Rahayaan.

Dikutip siwalimanews.com, koordinator demo Andre Koljaan, saat berorasi di depan Kantor Kejati Maluku menyesalkan atas pembiaran Tamher dan Rahayaan yang sudah lama ditetapkan sebagai tersangka.

“Kami minta kejelasan dan komitmen Kejati Maluku dalam menuntaskan kasus ini, jangan karena ada kepentingan sehingga jaksa juga turut berkonspirasi sehingga penanganan kasus ini berlarut-larut,” ujarnya.

Lebih lanjut ia juga mengaku heran dengan penanganan kasus korupsi dana asuransi anggota DPRD Malra. Pasalnya, hampir seluruh anggota DPRD periode 1999-2004 telah dijobloskan ke dalam penjara, namun Tamher dan Rahayaan masih terus berkeliaran.

“Kami minta agar tidak ada diskriminasi dalam penuntasan kasus ini, jangan karena ada kepentingan oknum-oknum tertentu lalu proses penegakan hukum diabaikan,” tambahnya.

Selama kurang lebih satu  jam aksi berlangsung, akan tetapi tidak satu­pun  pejabat Kejati Maluku yang menemui mereka. Hal ini memicu kemarahan para pendemo dan kemudian melemparkan tomat busuk ke halaman kantor kejati.

Selain itu, para pendemo juga meletakan pakaian dalam wanita di gerbang pintu kantor tersebut sebagai lambang mandulnya jaksa dalam menuntaskan kasus korupsi dana asuransi Malra. [As]

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon