Budaya Maluku 

Pesona Permainan Tradisional di Maluku Mulai Pudar

[ilustrasi: int]
[ilustrasi: int]
Ada banyak ragam permainan tradisional yang unik dan menyenangkan yang terdapat di daerah Maluku. Beberapa yang terkenal misalnya Sembunyi Batu, Beta Kaya-Kaya, Lemon Nipis, Jalan Tempurung dan Main Kacong. Akan tetapi sayangnya, saat ini beragam permainan tersebut sudah jarang sekali ditemui.

Kepala  Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Ambon, Stevinus Tiwery, mengatakan, perlu adanya  kerja sama antar instansi terkait guna melindungi serta menghidupkan permainan tradisional tersebut.

“Bila semua pihak punya kepedulian yang sama, maka dapat memberikan kontribusi yang cukup signifikan dalam mewarisi budaya di Maluku sehingga masyarakat bisa kembali kepada jati dirinya,”ujar Tiwery, seperti dikutip ambonexpress beberapa waktu lalu.

Kepedulian mengembangkan permainan tradisional ini, lanjut  Tiwery, juga mampu meningkatkan komitmen atas kekayaan daerah dan juga minat masyarakat terhadap permainan tradisional yang sudah ada.

“Permainan tradisional saat ini mulai ditinggalkan oleh masyarakat. Padahal permainan ini memiliki makna dan filosofi tersendiri di dalamnya.Dalam permainan ini, jika ditelusuri lebih jauh lagi bisa dijadikan semacam keunggulan daya tarik wisatawan,” ungkapnya.

Menurut Tiwery, Kondisi ini harus diubah, masyarakat terutama generasi muda perlu diajak untuk memasyarakatkan dan menghidupkan kembali permainan ini.

‘’BPNB Ambon terus berupaya melestarikan permainan tradisional Maluku dengan menggelar lomba permainan tradisional yang baru-baru ini diadakan di Kecamatan Leitimur Selatan,” pungkasnya. (as)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon