Pariwisata Sulawesi Selatan 

Menjaga 3 Anjungan Pantai Losari Tanggung Jawab Bersama

[foto: int]
[foto: int]
Akhirnya, pemerintah Kota Makassar merampungkan semua pembangunan anjungan di Pantai Losari. Dengan demikian, terdapat tiga anjungan yang kini menjadi ikon Pantai Losari yakni Anjungan Toraja-Mandar, Bugis-Makassar dan Anjungan Pantai Losari.

Khusus Anjungan MToraja-Mandar, peresmiannya dilakukan secara meriah dengan menghadirkan karnaval adat Toraja, Sabtu, 11 Januari kemarin.

Akan tetapi ada persoalan yang mencuat pasca pembangunan tiga anjungan tersebut, yakni masalah perawatan. Ketiga anjungan yang dibangun dengan menghabiskan uang rakyat ratusan miliar itu, akan mubazir jika tak ada rasa memiliki dari semua warga Kota Makassar.

Wali Kota Makassar saat membawakan sambutan syukuran atas selesainya pembangunan Anjungan Toraja-Mandar di Pantai Losari, mengajak semua warga untuk menjaganya karena ketiganya merupakan simbol etnis di Sulsel yang ada di Kota Makassar.

“Kita harapkan semua warga memiliki kesadaran untuk bersama-sama menjaga anjungan ini. Ini aset kita bersama dan tanggungjab kita semua,” ujarnya.

Menurut Ilham, semua yang ada di anjungan merupakan tanggung jawab semua pihak untuk menjaganya karena objek wisata tersebut merupakan milik bersama. Jika tak ada kesadaran kolektif, maka nasibnya akan cepat rusak dan semrawut.

Dirinya optimis, masyarakat akan mempertanggungjawabkan keberadaan semua anjungan di Pantai Losari, secara bersama-sama. Namun meski demikian, itu butuh waktu perlahan-lahan untuk mengubah kebiasaan mereka. Tidak terkecuali masalah kebersihan, saatnya masyarakat bersama-sama menjaganya karena di banyak titik.

Sementara itu, wali Kota Makassar terpilih, Muh Ramdhan “Danny” Pomanto, mengatakan, Anjungan Toraja Mandar merupakan miniatur Toraja dan Mandar di Kota Makassar.

“Jadi jika ada wisatawan datang ke Makassar, sebelum ke Toraja, inilah (anjungan Toraja-Mandar, red) katalognya,” ujar Danny. (As)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon