Papua Politik 

LP3BH; Tak Ada Caleg yang Komitmen Tuntaskan Kasus HAM Papua

[ilustrasi: int]
[ilustrasi: int]
Manokwari – Setelah resmi dimulai pada 16 Maret 2014 lalu, Kampanye Pemilihan Calon Legislatif (Caleg) ramai digelar diberbagai daerah termasuk di Papua. Banyak spanduk dan para caleg menawarkan berbagai janji serta program kepada rakyat. Namun sayangnya, tak ada celeg Papua baik DPR-RI, DPRP, dan DPRD yang menawarkan program penuntasan pelanggaran HAM.

Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari Yan Christian Warinussy, menilai pihaknya tidak melihat adanya komitmen dari para calon legislatif, baik dari DPR RI, DPD RI, DPRD Propinsi maupun DPRD Kabupaten/Kota yang hendak menyelesaikan kasus pelanggaran hak asasi manusia di Tanah Papua.

“Banyak calon legisltaif lebih banyak membuat komitmen-komitmen semu yang tidak dapat dipertanggung-jawabkan setelah mereka terpilih nantinya,” katanya, seperti dilansir majalahselangkah.com, Kamis (25/3).

Menurut Yan, mereka tidak menunjukkan harapan bagi rakyat Papua, khususnya Orang Asli Papua (OAP) tentang pemenuhan hak-hak dasar dan penghormatan hak asasinya.

“Padahal sudah diatur dalam Undang Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM dan Undang Undang No.26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia,” tambah Yan.

Rakyat Papua, kata Yan, semakin sadar dan kritis dalam menganalisis figur calon-calon anggota parlemen itu dari sisi potongan manusianya, perilakunya, sifatnya, track recordnya di masyarakat.

“Apa yang sudah diperbuatnya bagi rakyat di Tanah Papua, khususnya OAP?” sambungnya.

Oleh karenanya, Yan meminta para Caleg yang nantinya mampu menunjukkan serta mensosialisasikan visi, misi maupun rencana program kerja yang hendak dilakukannya dalam mengemban aspirasi politik rakyat.

“Caleg yang bersangkutan nantinya tidak sekedar jual tampang atau obral kecantikan, tapi tidak memiliki kualifikasi sebagai caleg yang berkualitas,” tutup Yan. (as)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon