SDA Maluku Melimpah, Tapi Kebijakan Belum Berpihak

[foto: int]
[foto: int]
Jakarta – Maluku merupakan salah satu provinsi yang berkontribusi dalam pembentukan bangsa Indonesia. Hal itu diungkapkan oleh Ketua Forum Perjuangan Kebangsaan Maluku, John Toisuta, belum lama ini.

“Maluku memiliki peran yang penting dalam sejarah Indonesia. Maluku bukan saja bagian dari Indonesia, tetapi Maluku adalah salah daerah pendiri bangsa Indonesia,” ujar John saat dihubungi Beritasatu.com, Sabtu (16/5).

John mendesak Pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Jokowi-JK) tidak mengabaikan pembangunan di Maluku.

“Pemerintah Jokowi-JK tidak boleh abaikan Maluku.” pintanya.

Dalam sejarahnya, kata John, ada delapan provinsi yang menjadi pendiri Indonesia, termasuk Maluku, dan yang lainnya.

“Selain sebagai pendiri, Maluku juga memiliki pahlawan nasional yang gigih berjuang melawan penjajah, seperti Pattimura dan Martha Tiahahu,” ujarnya.

Selain itu, kata John, banyak juga tokoh yang disumbangkan Maluku demi kemerdekaan bangsa Indonesia, seperti A.J Patty yang mendirikan Serikat Ambon (SA) pada 1920, juga Jhanes Leimena yang mewakili Jong Ambon di Sumpah Pemuda.

“Gubernur Pertama Maluku Johanes Latuharhari yang memimpin SA di Surabaya dan bersama Soekarno-Hatta memproklamir kemerdekaan, dan lainnya,” tuturnya.

Menurut John, Maluku memiliki banyak sumber daya alam namun sayang kebijakan pemerintah tidak berpihak pada Maluku sehingga Maluku tetap miskin dan menderita.

“Maluku punya banyak potensi laut, seperti ikan, garam, tanaman laut, dan bahan mineral. Tetapi, potensi itu dinikmati oleh orang lain, bukan orang Maluku sendiri,” ucapnya. (as)

Find this content useful? Share it with your friends!