Daerah Hot Sulawesi Utara 

Sulut Dapat Jatah 11 Mega Proyek Pembangunan Infrasturuktur

[foto: int]
[foto: int]
Manado – Sebagai upaya mewujudkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia Timur, pemerintah terus mendorong pembangunan infrasturuktur di beberapa wilayah. Salah satunya di Sulawesi Utara (Sulut) yang mana tahun ini mendapat jatah sebanyak 11 mega proyek pembangunan infrastruktur.

“Jika pemerintah daerah tengah berupaya mendatangkan investor ke Provinsi Sulawesi Utara dengan memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan berinvestasi,” Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Sulawesi Utara, Lynda D Watania seperti dilansir beritadaerah.co.id, Kamis (18/6).

Jaminan yang diberikan itu, kata dia, diharapkan dapat menarik minat investor untuk berkontribusi terhadap pembangunan proyek-proyek infrastruktur di Sulawesi Utara. Namun meski begitu, ada beberapa masalah yang berpeluang untuk menjadi penghambat investasi di daerah.

“Antara lain keamanan, kepastian hukum, ketersediaan permodalan, pemasaran dan bahan baku,” jelasnya.

Oleh karena itu, lanjut dia, dibutuhkan peran serta berbagai pihak untuk bekerja sama dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif di Sulawesi Utara.

“Juga perlu meminimalisir kendala-kendala yang berpotensi menghambat investasi,” ucapnya.

Adapun beberapa proyek skala besar tersebut adalah proyek pembangunan jalan tol Manado-Bitung sepanjang 39 kilometer, Pelabuhan Bitung, perpanjangan landasan pacu Bandara Internasional Sam Ratulangi dan jalan Boulevard II di Kota Manado, proyek Pelabuhan Tahuna Kabupaten Kepulauan Sangihe, pembangunan pelabuhan Lirung Kabupaten Kepulauan Talaud.

Selanjutnya ada bendungan multi fungsi Kabupaten Minahasa Utara, sekolah pelayaran di Kabupaten Minahasa Selatan, pengembangan pangkalan udara Sam Ratulangi, bandara Kabupaten Bolaang Mongondow, Bandara Miangas di Kabupaten Kepulauan Talaud, serta Bandara Pihise di Kabupaten Kepulauan Sitaro. (as)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon