Daerah Nusa Tenggara Timur 

Potensi Laut NTT Sangat Menjanjikan, Tapi Belum Bisa Dinikmati Warganya

[foto: int]
[foto: int]
Kupang – Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki laut yang luasnya mencapai 200.000 km2 atau kurang lebih empat kali luas daratan yang hanya mencapai sekitar 47.000 Km2. Potensi sumber daya perikanan dan kelautan ini dipandang sebagai suatu kekuatan ekonomi sehingga menjadi prioritas dalam kebijakan pembangunan daerah lima tahun mendatang.

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Drs Benny Alexander Litelnoni M.Si, menegaskan, pentingnya pemanfaatan sumber daya perikanan dan kelautan secara baik untuk kesejahteraan masyarakat NTT.

“Apa yang telah dicanangkan ini selaras dengan kebijakan pemerintahan nasional yang berkeinginan kuat mengembangkan tol laut bagi percepatan pembangunan ekonomi nasional dan menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia,” kata Benny, dalam sambutan saat membuka Rapat Koordinasi Pengembangan Kawasan Konservasi Perairan di Provinsi NTT, di Kupang, seperti dilansir Suara Pembaruan, Rabu,(8/7).

Saat ini, kata Benny, Provinsi NTT telah memiliki beberapa kawasan konservasi perairan dengan total luasan mencapai empat juta hektare.

“Yakni Taman Nasional Komodo, Taman Wisata Alam Teluk Maumere, Taman Wisata Alam Teluk Kupang, Taman Wisata Alam 17 Pulau Riung, Kawasan Konservasi Perairan Daerah Alor, Kawasan Konservasi Perairan Daerah Sikka, dan Taman Naional Perairan Laut Sawu,” terangnya.

Benny mengajak seluruh warga NTT memanfaatkan secara optimal potensi perikanan dan kelautan yang ada. Hal itu supaya potensi yang ada bisa dinikmati oleh warga lokal bukan oleh para pencuri ikan yang datang dari negara tetangga.

“Perairan NTT yang relatif terbuka dan minim pengawasan karena keterbatasan sarana prasarana dan pendanaan telah menyebabkan praktik penangkapan ikan secara ilegal oleh kapal-kapal ikan dari negara lain marak terjadi,” jelasnya. (aK)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon