Ekonomi & Bisnis Nusa Tenggara Timur 

Ketersediaan Lahan, Kendala Utama Pembanguan Industri Garam di NTT

[foto: int]
[foto: int]
Jakarta – Pembangunan industri garam di Nusa Tenggara Timur (NTT) belum bisa terealisasi akibat ketersediaan lahan. Karenanya, Menperin Saleh Husin meminta agar kepala daerah segera membantu menyediakan lahan agar program ini segera bisa direalisasikan.

“Kami minta agar kepala daerah dapat mempercepat proses penyelesaian lahan. Kalau lahannya selesai, maka industri garam di NTT akan dapat terealisasi,” kata Menperin Saleh Husin di Jakarta, seperti dilansir Tempo, Jumat (17 Juli 2015).

Saleh mengatakan bahwa kunci realisasi industri garam di Nusa Tenggara Timur ada pada bupati setempat, di mana industri tersebut dapat masuk setelah ketersediaan lahan di daerah tersebut.

“Jadi, kendalanya utamanya hanya di lahan. Dan kepala daerah perlu turun tangan,” tegasnya.

Saleh juga menegaskan bahwa jika kepala daerah atau bupati menjamin lahannya tersedia, maka para investor akan berbondong-bondong datang ke wilayah tersebut. Bahkan, kata Saleh, masalah tersebut juga dialami beberapa perusahaan di tanah air.

“Saya harap agar pihak pemerintah daerah setempat mau bekerja sama dalam membangun industri garam nasional,” ucapnya.

Diketahui sebelumnya, beberapa daerah di NTT memang dinilai potensial untuk mengembangkan industri garam, karena memiliki curah hujan yang sangat rendah, bahkan musim kemarau terjadi hampir sepanjang tahun. (aS)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.