Daerah Nusa Tenggara Timur 

62% Potensi Perikanan NTT Belum Dikelola

[foto: int]
[foto: int]
Kupang – Kepala Bidang Perikanan Tangkap dan Pengawasan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT Ganef Wurgiyanto mengatakan bahwa potensi perikanan tangkap yang ada di wilayah perairan Nusa Tenggara Timur (NTT), saat ini baru dikelola sekitar 38 persen. Artinya, masih sekitar 62% belum dikelola atau 41.000 ton dari yang diperbolehkan.

Menurutnya, potensi perikanan tangkap memang luar biasa, tetapi belum dimanfaatkan secara optimal.

“Dari potensi yang diperbolehkan, pemanfaatannya belum mencapai 50 persen,” kata Ganef, di Kupang, seperti dilansir Antara, Kamis (16/7).

Dia menerangkan, potensi Perikanan tangkap yang bisa digarap itu terdiri dari potensi lestari (MSY) 388,7 ton per tahun.

“Dan ikan ekonomis, berupa ikan pelagis (tuna, cakalang, tenggiri, laying, selar, kembung), ikan demersal (kerapu, ekor kuning, kakap, bambangan),” terangnya.

Adapun komoditas lainnya, lanjut Ganef adalah berupa lobster, cumi-cumi, kerang darah dan lainnya. Dia mengaku bahwa pemerintah terus berupaya untuk memberikan kesempatan kepada para nelayan daerah itu untuk dapat memanfaatkan potensi perikanan yang ada.

“Upaya yang sudah dan sedang dilakukan adalah menyiapkan bantuan kapal yang lebih memadai kepada para nelayan, agar lebih leluasa dalam melakukan aktivitas di perairan laut,” ungkapnya.

Pemerintahan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, kata Ganef memberikan perhatian serius pada sektor kelautan.

“Dalam dua tahun ini saja pemerintah sudah memberikan bantuan 183 unit kapal penangkap ikan. Kapal itupun diberikan dalam bentuk hibah. Pemerintah tidak memungut apa-apa,” ucapnya. (aS)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon