Ekonomi & Bisnis 

Ikan dari Indonesia Timur ‘Dikeruk’ ke Wilayah Barat

[foto: int]
[foto: int]
Jakarta – Selama ini, Industri perikanan masih terfokus di wilayah Barat Indonesia padahal stok ikan lebih banyak ada di daerah Timur Indonesia. Kini setelah produksi ikan di wilayah Barat mulai menurun, pasokan ikan dari Timur Indonesia menjadi prioritas untuk kemudian ‘dikeruk’ ke wilayah barat.

Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Saut Hutagalung mengungkapkan jika seharusnya investasi pengolahan ikan kini difokuskan di kawasan timur.

“Dulu waktu ikan masih banyak, karena infrastruktur yang bagus, semua orang bangun UPI di bagian Barat,” kata Saut ditemui di Kantor KKP, Jalan Merdeka Timur, Jakarta, seperti dilansir detikcom, Jumat (31/7).

Menurut Saut, sepuluh tahun kemudian ikan makin susah, makanya ikan dipasok dari kawasan Timur Indonesia.

“Sementara, sekarang setelah biaya logistik mahal, datangkan ikan dari Timur ke Barat mahal, ongkos logistik naik, makanya kita dorong bagaimana investasi itu harus di Timur, di sumber ikannya,” tutur Saut.

Saut mengaku jika saat ini sudah ada perusahaan asing yang mulai menanamkan investasinya di Timur Indonesia yakni di Bitung Sulawesi Utara (Sulut) dan Palu Sulawesi Tengah (Sulteng).

“Sekarang Cina saja sudah investasi di KEK (kawasan ekonomi khusus) di Bitung, Sulawesi Utara. Sama Palu juga, pasti ini rata-rata perikanan,” jelasnya. (aS)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon