Hukum Nusa Tenggara Timur 

Kejar Kapal Pencuri Ikan, Nelayan Lokal NTT Diancam Kapalnya Akan Ditabrak

[foto: int]
[foto: int]
Jakarta – Meski hukuman berat penenggelaman kapal bagi para pencuri ikan ilegal, ternyata hal itu tidak membuat mereka jera. Belum lama ini, Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Susi Pudjiastuti mendapatkan informasi bahwa ada dua kapal asing memasuki wilayah perairan selatan Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (20/10/2015).

Menurut Susi, ketika nelayan lokal mencoba menghalau dua kapal asing itu, mereka justru mendapatkan ancaman.

“Mereka mengancam akan menabrak kapal kami, jika terus mengejar mereka,” kata Susi menirukan ucapan nelayan lokal NTT, seperti dilansir Tribun, (21/10).

Menurut Susi aksi pengejaran dua kapal asing yang dilakukan nelayan lokal tersebut terekam dalam sebuah video yang dikirimkan nelayan lokal NTT.

“Dalam pengejarannya, nelayan lokal NTT menggunakan kapal kecil sedangkan kapal asing yang mereka kejar kapal besar yang berawak Warga Negara Indonesia dan Warga Negara Filipina,” terangnya.

Susi mengatakan bahwa kapal eks Thailand maupun China maupun lainnya memang banyak bersembunyi di Papua Nugini dan Timor Leste.

“Pada malam hari, kapal-kapal pencuri ikan ini beraksi memasuki wilayah perairan Indonesia,” tuturnya.

Susi akan segera meminta TNI Angkatan Laut untuk mengirim KRI di perbatasan Timor Leste dan Papua Niugini.

“Ini sedang musim tangkap besar dan bagus di selatan NTT,” jelasnya. (as)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.