Daerah Hot Maluku 

Akibat Penutupan Gunung Botak, 50 Ribu Warga Hadapi Masalah Ekonomi

[foto: int]
[foto: int]
Jakarta – Penutupan sementara lokasi tambang emas di Gunung Botak Pulau Buru Maluku ternyata berdampak pada taraf kehidupan ekonomi masyarakat sekitar. Penutupan yang dilakukan pada November 2015 lalu tersebut telah menghapus sumber penghasilan utama warga sekitar.

Pengurus Konsosium dan Koperasi Mansyur Lakata saat ditemui di kantor Kementerian ESDM mengatakan bahwa di Gunung Botak setidaknya ada 50 ribu orang pekerja tambang (petambang).

“Katakanlah setiap orang menghidupi 10 orang, ada 50 ribu orang yang terdampak,” kata Mansyur seperti dilansir okezone, (13/6)

Selain itu, kata Mansyur, hal ini juga telah berdampak pada dunia pendidikan yang ada di daerah tersebut. Salah satu masalahnya adalah dimana saat ini banyak mahasiswa yang terancam putus belajar akibat orang tuanya tidak memiliki dana.

“Mereka ada yang kesulitan studi, ada yang tidak bisa bayar kuliah,” tuturnya.

Lebih lanjut, Mansyur mengatakan bahwa keadaan ini bahkan diperparah dengan adanya ancaman dari perusahaan asing yang akan mencaplok tambang emas itu.

“Apabila proteksi dari pemerintah tidak dilakukan, maka Indonesia terancam kehilangan potensi emas yang diperkirakan mencapai 1.750 ton,” jelasnya.

Dia menyarankan agar ada konsorsium khususnya pada bidang koperasi di daerah Pulau Buru tersebut untuk menjamin tambang emas Pulau Buru ini dari ancaman penguasaan oleh pihak asing.

“Kalau tidak ada konsorsium ini akan ada keributan,” tegasnya.

Diketahui, lokasi tambang ini ditutup atas instruksi Presiden Joko Widodo dikarenakan adanya indikasi pencemaran lingkungan. Selain itu, persengketaan yang terjadi di lokasi tambang juga telah menewaskan banyak orang meninggal dunia. (as)

Comments

comments

Terkait

Komentar anda: