Lingkungan Maluku 

Susi Prihatin Kondisi Bawah Laut Banda

Ambon, indonesiatimur.co – Menteri Perikanan dan Kelautan RI Susi Pudjiastuti mengungkapkan prihatin dengan potensi bawah laut banda, khususnya terumbu karang yang patah, botak dan hancur.

“Saya datang ke Banda untuk melihat keindahan bawah laut, dan ternyata sangat cantik. Namun banyak karang yang ada sudah botak dan hancur patah, karena diincak fin (sepatu katak),” ungkapnya.

Oleh karena itu dirinya menghimbau agar dalam penyelaman untuk 50 meter dari pinggir karang mestinya tidak perlu menggunakan fin.

“Kalau anda divers tidak boleh malas bergerak untuk berenang, apalagi bergerak itu sehat. Snorkling juga tidak perlu pakai fin. Anda bisa jalan, berenang. Kalau tidak karang kita tidak akan lihat lagi keindahan bawah laut banda,” jelasnya.

Menurutnya, fin digunakan jika melakukan penyeleman (Diving) di bawah 20 meter, namun jika diatas 10 meter tidak perlu menggunakan fin, karena akan berdampak pada hancur karang bawah laut Banda yang dikenal memiliki keindahan hayati alam bawah laut serta terumbu karang yang mempesona.

Video: Bustar Maitar

(it-01)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon