Daerah Maluku 

Bupati KKT Jumpa Awak Media, Bahas Masalah Trans Fordata

Saumlaki, indonesiatimur.co

Merebaknya kasus pelaksanaan pembangunan jalan Trans Fordata yang amburadul sehingga diberitakan beberapa media massa belakangan ini, membuat Bupati Kepulauan Tanimbar, Petrus Fatlolon akhirnya mengambil tindakan menemui para awak media cetak maupun elektronik, guna memberikan keterangan terkait permasalahan tersebut.

Advertisements

Pertemuan tersebut dilaksanakan pada Senin (15/06/2020) yang bertempat di ruang rapat Kantor Bupati sementara, Kewarbotan dan turut mendampingi, Penjabat Sekretaris Daerah, Ruben Moriolkossu, Kepala Dinas Bina Marga, Polly Matitaputy, Kepala Badan Keuangan dan Pengeloalaan Aset Daerah, Jhon Batlayeri, Kepala Inspektorat, Eddy Huwae, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi, Andre Kurniawan, serta Kepala Bagian Humas dan Protokoler, Blendy Souhoka.

Dalam sesi pertemuan yang berjalan cukup alot tersebut, Kadis Bina Marga dilontarkan berbagai pertanyaan yang bertubi-tubi dari para awak media tentang permasalahan tersebut, namun sangat disayangkan ketika ada pertanyaan mengenai progres pekerjaan yang disebutkan Bupati Fatlolon katanya sudah sampai tahap 60 persen, sebagai Kadis yang membidangi pekerjaan itu, dirinya tidak mampu menjelaskan secara detail dan terperinci dalam forum sehingga Bupati Fatlolon yang mengambil alih menjawab dan mengklarifikasi pertanyaan.

“Jadi Pak Kadis, bapak itu harus bicara tentang pentahapan hingga 60 persen itu. Kalau saya yang non teknis, saya akan jelaskan begini,” ujarnya.

Dalam penjelasannya, Bupati mengatakan bahwa tahap pertama tentang mobilisasi peralatan dan mobilisasi orang. Tahap kedua, pembukaan lahan (alat berat dan gusur). Tahap tiga yakni pematangan lahan. Tahap empat adalah hampar material baru dan sebagainya.

“Itu yang mesti bapak jelaskan. Yang dimaksud dengan 60 persen, itu ya? Mobilisasi itu adalah tenaga kerja dan material. Material apa saja? Termasuk aspal yang sudah ada di Desa Romean. Kedua, pembukaan lahan, kan dulunya hutan. Kan sudah dibuka dan digusur. Saya bicara ini sudah seperti Mentri PU,” ulasnya menerangkan, sementara sang Kadis Polly hanya duduk melongo dan diam.

Bupati masih melanjutkan, yakni setelah perusahaan membuka lahan, bukan hanya sebatas itu, tetapi dilanjutkan dengan hampar batuan dan juga pemadatan. Usai pemadatan, hamparan material. Setelah itu apa lagi? Lanjut dengan gilas dan pengaspalan.

“Dan terakhir mobilisasi alat-alat itu pulang. Itu yang harus pak kadis jelaskan,” kesal Bupati.(it-03)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.