Budaya Maluku 

Dirjen Kebudayaan Dukung Pembangunan ACoMC Dan Dorong Hadirnya Sekolah Musik Formal Di Ambon

Jakarta, indonesiatimur.co – Eksistensi Ambon sebagai kota kreatif berbasis musik versi Unesco, akan diperkokoh dengan dibangunnya Ambon City of Music Center (ACoMC).

Pembangunan Ambon City of Music Center ini juga didukung Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Hilmar Farid. Hal ini diungkapkan saat menerima kunjungan Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, yang didampingi Wakil Walikota Syarif Hadler, Kepala Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan Kota Ambon, Enrico Matitaputty, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Ambon, Rico Hayat, Kepala Bagian Umum dan Perlengkapan Jeremias Aponno, dan Kepala Kepala Bagian Komunikasi Pimpinan dan Protokol, A.Mintik, pada Jumat (26/02/2021).

Dalam pemaparannya, Walikota Ambon menyatakan, ada tiga hal yang menjadi perhatian pemerintah kota Ambon untuk mewujudkan eksistensi Ambon sebagai City of Music, yaitu revitalisasi Benteng Victoria, Mollucas Youth Creative Hub dan Ambon City of Music Center.

“Revitalisasi Benteng Victoria sudah dalam pembahasan akhir. Diharapkan segera rampung dalam rapat lengkap yang dikoordinir Kantor Staf Presiden dengan kementerian dan lembaga terkait, pada 10 Maret nanti,”jelasnya.

Walikota Ambon Diterima Dirjen Kebudayaan, Hilmar Farid membahas Ambon City of Music Center (ACoMC)
Rombongan Walikota Ambon Diterima Dirjen Kebudayaan, Hilmar Farid membahas Ambon City of Music Center

 

Menurut Walikota, konsep Ambon city of music center, sudah siap, termasuk lahan juga telah disiapkan Pemkot. Untuk pembangunan akan didukung kementerian terkait.

Sedangkan Mollucas Youth Creative hub, itu merupakan gagasan tim milenial presiden, dimana prosesnya juga sudah rampung, hanya terkendala pandemi covid-19, sehingga ditargetkan pembangunan baru akan dimulai pertengahan tahun 2021.

Usai paparan Walikota Ambon, Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Hilmar Farid, mengatakan bahwa apa yang dipaparkan Walikota sangat menarik sebagai upaya penetapan Ambon sebagai kota kreatif berbasis musik versi Unesco. ” Prinsipnya saya mendukung dan akan menindaklanjuti dengan kementerian terkait, ,”ungkapnya.

Dirjen mengingatkan, yang harus menjadi perhatian adalah konsep konservatorium pada Ambon City of Music Center.
Konservatorium merupakan lembaga pendidikan menengah atau tinggi di bidang musik. Sudah lama konservatorium tidak lagi dikenal dan bertransformasi menjadi sekolah musik.

“Konsep konservatorium jika dibangun harus didiskusikan, karena sudah lama tidak dikenal dan bertransformasi menjadi sekolah musik atau kursus. Oleh karena itu lebih baik jika diarahkan ke pendidikan formal pendidikan tingkat kejuruan musik atau institut sehingga orang bisa belajar musik di Ambon,”tandasnya.

Dirjen menambahkan, pihaknya akan melakukan rapat bersama dengan Kemenpar untuk memaparkan rencana kerja seperti Ambon city of music center, revitalisasi benteng victoria dan mollucas youth creative hub.

“Seluruh design warisan budaya baik benteng victoria, Ambon city of music center dan mollucas youth creative hub harus menjadi satu kesatuan, demi mewujudkan program music tourism, ” ujarnya. (it-02)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.