Daerah Maluku 

Akibat Covid-19 Pertumbuhan Ekonomi Kota Tual Turun

Ambon, indonesiatimur.co – Sejak 2016-2019,rata-rata pertumbuhan ekonomi Kota Tual cenderung mengalami peningkatan dengan nilai pertumbuhan berkisar antara 5,7% sampai 5,9%. Kemudian di tahun 2020 menurun drastis menjadi -0,8% akibat pandemi covid -19.

Hal ini diungkapkan Kepala Bappeda Kota Tual, Fahry Rahayaan, saat bacakan paparan Walikota Tual pada Musrenbang RKPD Provinsi Maluku tahun 2022.

Advertisements

“Capaian pembangunan kota Tual tahun 2018-2020, rata-rata pertumbuhan ekonomi Kota Tual pada 2016- 2019 cenderung mengalami peningkatan dengan nilai pertumbuhan berkisar antara 5,7% sampai 5,9%. Kemudian di tahun 2020 menurun drastis menjadi -0,8% akibat pandemi covid -19,”ungkapnya.

Menurutnya, yang menjadi isu strategis Kota Tual, adalah penanggulangan kemiskinan, pelayanan kesehatan , kemandirian ekonomi, ketahanan pangan masyarakat, sumber daya manusia, kualitas dan aksesbilitas pendidikan, kondisi sarana dan prasarana wilayah, jaringan transportasi, jalan dan jembatan belum memadai serta komunikasi dan informasi belum maksimal, air bersih air limbah dan sanitasi lingkungan, kesenjangan wilayah dan pemerataan pembangunan.

“Yang menjadi tema Kota Tual, yaitu pemulihan ekonomi dan peningkatan pelayanan dasar berbasis SDG’s ,”terangnya.

Selain itu, prioritas pembangunan kota Tual adalah penguatan modal dan pengembangan SDM dan jasa, meningkatkan kualitas SDM, akses dan mutu pelayanan pendidikan serta kesehatan, peningkatan penanggulangan kemiskinan secara terpadu dan berkelanjutan dan peningkatan sarana dan prasarana dasar serta infrastruktur

“Untuk sasaran pembangunan, kami mengharapkan pertumbuhan ekonomi bisa menjadi 6,67%, kemiskinan diharapkan menurun pada angka 15,42%, tingkat pengangguran terbuka diharapkan turun menjadi sebesar 12,5%,”jelasnya.

Dari sasaran pembangunan, maka diambillah beberapa kebijakan, yaitu
ekonomi kota Tual difokuskan pada upaya menjaga pertumbuhan ekonomi tetap stabil, serta adanya sinergitas antara pemerintah pusat, provinsi, kota, dunia usaha, perguruan tinggi dan masyarakat dengan prioritas dan fokus penanganan pada wilayah dengan tingkat kemiskinan tinggi atau masyarakat dengan tingkat kesejahteraan rendah, dengan didukung basis data terpadu dan data sektoral yang komprehensif.
Selin itu bonus demografi yang harus diimbangi dengan kualitas SDM utamanya usia produktif dan belum optimalnya serapan tenaga kerja.

Rahayaan mejelaskan, untuk Pembangunan kewilayahan tahun 2022, Kota Tual akan mengembangkan kawasan agropolitan yang difokuskan pada Kecamatan pulau-pulau Kur , Kur Selatan dan Dullah Utara.
Sedangkan pengembangan kawasan minapolitan, akan dilaksanakan pada Kecamatan Pulau Dullah Utara dan Dullah Selatan. Pengembangan kawasan penangkapan dan budidaya akan dilaksanakan pada Kecamatan Tayando tam, Kur selatan, Pulau Dullah Utara dan Dullah Selatan.

“Pengembangan kawasan perdagangan dan jasa yang akan dilakukan pada kecamatan Dullah Selatan. Dan untuk pengembangan dan peningkatan fungsi kawasan wisata bahari yang akan dilaksanakan pada kecamatan Pulau Dullah Selatan,”bebernya. (it-02)

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.