Daerah Nusa Tenggara Timur Politik 

Dua Anggota DPRD TTU Nyaris Adu Jotos

KOMPAS.com/SIGIRANUS MARUTHO BERE
Dua orang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT, Carolus Sonbay (kanan) dan Dominikus Anin (kiri), Nyaris Adu Jotos Lantaran Salah Paham, Selasa (10/7/2012)

KEFAMENANU, KOMPAS.com – Akibat salah paham, dua anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, masing-masing Carolus Sonbay dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dan Dominikus Anin dari Fraksi Golkar, nyaris adu jotos di dalam Gedung DPRD TTU, Selasa (10/7/2012). Kedua wakil rakyat pun dilerai oleh anggota polisi dan anggota Dewan lainnya.

Pertengkaran itu bermula saat aksi ratusan massa yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Peduli Demokrasi dan Keadilan (Garda) TTU ingin berdialog dengan pimpinan beserta anggota DPRD. Anggota polisi dari Brigade Mobil (Brimob) yang menjaga Gedung DPRD melarang semua anggota Garda masuk. Pihak kepolisian hanya memperbolehkan beberapa perwakilan Garda untuk masuk ke gedung Dewan.

Saat tiba di pintu masuk Gedung DPRD, perwakilan Garda mencari nama Dominikus Anin, salah seorang anggota DPRD. Anggota Dewan lainnya, Carolus Sonbay yang sudah lama menunggu massa Garda, merasa tersinggung karena menurut dia kapasitas Dominikius Anin bukan sebagai pimpinan Dewan dan Komisi. Sonbay pun marah-marah dan mencari Anin untuk menghajarnya.

Anin, yang merasa dirinya tidak tahu-menahu tentang hal tersebut, tidak menerima dimarahi Sonbay. Akhirnya terjadi adu mulut antara Anin dan Sonbay. Bahkan keduanya nyaris adu jotos.

“Saya dan Dominikus Anin adalah sama-sama pimpinan fraksi bukan pimpinan komisi, apalagi pimpinan Dewan, sehingga kenapa utusan Garda hanya mencari Dominikus Anin. Ini ada apa sebenarnya,” kata Sonbay.

Menurut Sonbay, seharusnya utusan dari Garda harus datang untuk bertemu langsung dengan semua anggota Dewan yang ada saat ini, bukan malah mencari satu atau dua anggota Dewan saja.

Sementara itu, Dominikus Anin mengatakan namanya dipanggil oleh utusan Garda karena kebetulan dirinya berpapasan langsung dengan para utusan itu. Jadi, Anin menilai Sonbay keliru dalam menafsirkan pencarian utusan Garda terhadap dirinya.

“Saya ini hanya pimpinan fraksi dan tidak punya wewenang atau mendapat disposisi dari pimpinan Dewan untuk menerima utusan dari Garda karena dari fraksi kami tidak ada kaitan dengan itu sehingga Sonbay keliru kalau mengatakan Garda mencari saya. Kebetulan karena utusan dari Garda dengan kita saling kenal sehingga tentunya kita saling tegur sapa,” tegas Anin.

Selang beberapa jam kemudian, keduanya pun akhirnya sepakat untuk berdamai dan saling memaafkan, setelah beberapa anggota Dewan dan utusan dari Garda memberikan penjelasan terkait dengan kedatangan mereka.

Sehari sebelumnya, ratusan massa Garda berunjuk rasa di Gedung DPRD TTU menuntut DPRD menonaktifkan Bupati TTU Raimundus Fernandes dan Wakil Bupati TTU Aloysius Kobes karena pemilihan umum kepala daerah pada tahun 2010 dinilai cacat hukum. Hal itu menyusul putusan dari Mahkamah Agung yang memerintahkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabuparten TTU untuk mencabut dua surat keputusan dari KPUD, yakni nomor 18 dan 19 tentang penetapan nomor urut pasangan calon bupati dan wakil bupati dan penetapan pasangan calon bupati dan wakil bupati TTU.

kompas regional

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon