pembangunan jalan fakfak - kaimanaEkonomi & Bisnis Papua Barat 

Pembangunan Jalan Fakfak – Kaimana Masih Terkendala

pembangunan jalan fakfak - kaimana

Manokwari, indonesiatimur.co. Kepala Kantor Satuan kerja (Satker) Pelaksana Jalan Nasional Wilayah V Papua Barat, Anggiat Simanjuntak mengatakan, pembangunan ruas jalan Kabupaten Fakfak dan Kabupaten Kaimana masih terkendala masalah aliran sungai Inari.

“Jalan trans Papua Barat yang menghubungkan Fakfak atau Bomberay, Kaimana terputus, karena disana terdapat aliran sungai besar yaitu Sungai Inari,”ujar Simanjutak kepada wartawan di Kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Fakfak belum lama ini.

“Disana membutuhkan dana terlampau besar, jika hitungan kita Rp 2,5 Trilyun, bentangan panjang 530 meter, infrastrukturnya tidak bisa pakai pilar tengah, karena arus sungai kencang, jadi kita harus pakai kabel stei,” jelasnya

Dia menambahkan bahwa pada 2015, Fakfak – Manokwari bisa tembus. Sementara PPK 13 Papua Barat wilayah Fakfak, Yusran Lodong Salu mengatakan, pembangunan infrastruktur selalu mengikutsertakan masyarakat asli Fakfak sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden RI No 84 tahun 2012 tentang pengadaan barang jasa/pemerintah untuk Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat.

“Dalam Perperes No 84 tahun 2012 mengisyaratkan diantaranya peran serta masyarakat maupun pengusaha lokal, namun kita mempunyai batasan-batasan tertentu,” ujarnya.

Yusran mencontohkan, pekerjaan yang melibatkan pengusaha lokal adalah pekerjaan minor yakni, diantaranya pemasangan batu brojong dan lain-lain yang mampu dikerjakan oleh pengusaha lokal. “Peran serta juga dari kepala-kepala kampung, dimana kepala-kepala kampung ini mengorganisir masyarakat-masyarakat mereka, dimana masyarakat bisa melakukan pekerjaan yang bisa dikerjakan misalnya pasangan bantu atau pelaksanaan atau pengocoran bahu jalan, ini adalah salah satu contoh yang sudah dilaksanakan pada tahun anggaran 2012 ini,” jelasnya. (ps)

foto: menaranews

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon